Di Usia ke 42 Tahun, Gunungsungging “Ginding” Kian Mendunia

FOTO: Goong Kabuyutan, simbol desa Gunungsungging Kecamatan Surade.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 dan Hari jadi ke-42 Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, digelar berbagai acara, perlombaan dan hiburan serta tabligh Akbar.

Serangkaian acara yang telah dilaksanakan, antara lain lomba pidato antar ketua RT, turnamen sepak bola Kades Cup, lomba karaoke dan kegiatan lainnya. Puncak acara akan diisi dengan doa bersama dan tabligh Akbar. Kegiatan tersebut berkolaborasi Pemdes Gunungsungging dengan BRI Unit Surade.

Baca juga:  Petir Menyambar Rumah Warga di Surade Sukabumi, Ini Jawaban Pihak PLN

Kepala Desa Gunungsungging Nanang mengatakan, kepanitiaan dari kegiatan tersebut adalah Karang Taruna desa, para ketua RT.

”Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 16 Agustus, sedangkan tanggal 21 Agustus hari puncaknya. Kita berharap ke depannya HUT desa lebih meriah lagi, dengan tema mempromosikan potensi desa,” katanya, Rabu (21/8).

Dia mewakili Pemerintah Desa Gunungsungging, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, lembaga desa dan masyarakat yang proaktif mendukung kegiatan ini.

Harapan kedepannya, Kata Nanang, untuk kegiatan serupa di tahun mendatang seluruh pihak diminta bisa bersinergi agar pelaksanaannya lebih meriah dan semarak.

Baca juga:  Ribuan Ojol Sukabumi Siap Bergerak, Konsolidasi Menuju Lembur Pakuan Dijadwalkan 5 Februari

Camat Surade, U Suryana mengapresiasi pemerintah Desa Gunungsungging yang telah melaksanakan kegiatan dengan berbagai acara. Ia berharap berbagai kegiatan yang diadakan pemerintah desa ini, sebagai wadah mempererat tali silahturahmi antar warga.

”Intinya, kehadiran kita di sini sebagai bentuk kebersamaan kita semua dalam mendukung dan memeriahkan HUT Desa Gunungsungging,” ucap Nanang.

Diketahui, Desa Gunungsungging Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi sebelumnya masuk kedalam wilayah Desa Jagamukti. Dan Desa Jagamukti sendiri merupakan desa induk, kemudian dipecah menjadi Desa Gunungsungging dan Desa Swakarya (sekarang berubah status menjadi kelurahan Surade).

Baca juga:  RKB SDN Bagasih Surade Sukabumi Ambruk, Terakhir Perbaikan Tahun 2006

Nama Desa Gunungsungging cukup mendunia, ini lantaran di desa tersebut terdapat Penemuan fosil hiu purba atau Megalodon. Desa yang mempunyai jargon “Gunungsungging Ginding” semakin menuai perhatian.

Untuk melestarikan warisan purbakala tersebut, telah didirikan Museum Sri Asih Pakidulan di desa Gunungsungging Kecamatan Surade tersebut.

Pos terkait