Diduga Frustasi Karena Penyakit, Warga Sukabumi Akhiri Hidupnya

Proses evakuasi korban yang dilakukan oleh Petugas dengan bantuan warga masyarakat.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Warga Kampung Tanjung, Jampangkulon Sukabumi digegerkan dengan ditemukannya seorang jasad laki-laki yang gantung diri pada sebuah pohon Mara, pada Rabu, (1/5/2024).

Diketahui, korban bernama Jyn (59), warga Kampung Tanjung RT 003/002, Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.

Saat ditemukan, korban tergantung dengan posisi badan lurus. Dan tinggi ikatan dari pohon sampai dasar tanah 400 cm, panjang dari ujung kaki ke dasar tanah sekitar 250 cm.

Baca juga:  Gerebek Judi Sabung Ayam, Empat Orang Diamankan Polisi di Sukabumi

Kronologisnya, menurut Kapolsek Jampangkulon Polres Sukabumi Iptu Muslih melalui Kanit Reskrim Bripka Riki Rosandi, berdasarkan keterangan pihak keluarga sekira pukul 07.00 WIB Jyn pamit pada istrinya yang bernama Solihat (51), untuk pergi ke sawah.

Namun, menjelang Dzuhur Jyn yang biasanya pulang, belum juga kembali. Karena merasa cemas Solihat dibantu warga mencari tahu keberadaan sang Suaminya tersebut.

Sekira pukul 16.00 WIB Jyn diketemukan sudah dalam kondisi tergantung di pohon Mara di sebuah kebun yang berjarak kurang lebih 1 km dari rumahnya.

Baca juga:  Warga Cisaat Ditemukan Gantung Diri, Polisi Lakukan Olah TKP

“Korban ditemukan warga tepatnya di Pasirkadu dalam keadaan tergantung diatas pohon Mara dengan menggunakan tali tambang warna hijau,” jelas Riki kepada lingkarpena id Rabu (1/5) malam.

Lebih lanjut kata Riki, korban adalah pengidap riwayat penyakit darah tinggi dan struk ringan yang sudah lama. Dan terakhir terjangkit pada Senin, ( 29/4/2024 ) kemarin.

Baca juga:  Banjir Bandang di Cicurug Sukabumi, 200 KK Terancam

Kapolsek Jampangkulon Polres Sukabumi Iptu Muhlis, dan anggota, Forkopimcam, Pemdes Tanjung serta pihak keluarga, setelah mendapat informasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

Hasil musyawarah dengan pihak keluarga dan disaksikan pihak pemdes dan RT setempat, keluarga sepakat dan menerima kejadian tersebut adalah takdir dan keluarga menolak untuk dilakukan Autopsi.

Setelah dilakukan musyawarah, jasad korban selanjutnya dimakamkan di TPU Desa Sirnasari Kecamatan Surade.

Pos terkait