Ia mengaku untuk tahun ajaran baru ini, pihaknya belum mengajukan data pokok pendidikan dasar menengah (dapodik dasmen) kepada pemerintah. Hal itu untuk mendapatkan bantuan pendanaan untuk siswa dari pemerintah.
“Jumlah yang akan diajukan dapodik sebanyak 369 siswa sesuai dengan data yang ada. Kami berharap jumlah tersebut dapat diakomodir semuanya, karena jumlah tutor yang harus digaji sebanyak 36 tutor. kalau yang diakomodir sedikit bagaimana kami dapat menggaji tutor dengan layak,” jelasnya.
Baca juga: Minim Perhatian, Madrasah Diniyah Dianaktirikan Pemerintah?
Baca juga: Masa Depan Pendidikan Anak Desa Menurut Mahasiswa UMMI
Sedangkan Untuk kegiatan belajar mengajar sambung Saepul, dibagi menjadi enam zona, dari masing – masing zona diisi oleh enam tutor. Sebab, peserta didiknya berasal dari desa yan berbeda bahkan jauh.
“Berdasarkan kesepakatan dengan siswa serta tutor, pengajaran dibagi secara zona wilayah, karena siswa sendiri tidak mau melakukan KBM di fasilitas kami dan apabila dipaksakan mereka memilih berhenti,” tandasnya.
Reporter : Wafik Hidayat
Redaktur : Garis Nurbogarullah
https://www.instagram.com/p/CGjvhWLg_nT/?igshid=xzbp6jvv4j7f






