LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi mulai mematangkan persiapan menyambut Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 Tahun 2026. Hal tersebut ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan guna menyatukan komitmen dan memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HJKS. Rabu ( 29/7/2026 ).
Sejumlah agenda unggulan yang akan memeriahkan HJKS tahun ini dibahas dalam rapat tersebut, di antaranya Festival Palabuhanratu, Surfing Competition Cimaja, Touring Ngabumi, Festival Bonsai, Festival Kopi, Sukabumi Expo, pesta rakyat, khitanan massal, Sekar Budaya, hingga Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi pada 10 September 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan HJKS ke-156 menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendorong kemajuan daerah.
“Hari ini Alhamdulillah kami sedang melakukan pertemuan mempersiapkan agenda tahunan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi yang tidak terasa sudah menginjak ke-156. Ini menjadi ajang bagi kita untuk melakukan introspeksi, mengevaluasi apa yang perlu diperkuat agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat, sekaligus membangun kolaborasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada dengan semangat kebersamaan,” ujar Ali.
Menurutnya, rangkaian kegiatan HJKS tahun ini tidak hanya dipusatkan di tingkat kabupaten, tetapi juga melibatkan kecamatan hingga desa sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Sukabumi yang telah memasuki usia ke-156 tahun.
Ali menjelaskan, Festival Palabuhanratu akan menjadi pembuka rangkaian HJKS dan dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Pantai Bupalo, Palabuhanratu. Setelah itu, Surfing Competition Cimaja akan digelar pada 15–17 Agustus 2026 di Pantai Cimaja, Kecamatan Cisolok.
Selain itu, Dispar juga menggagas kegiatan Touring Ngabumi dengan konsep menjelajahi desa-desa wisata sebagai upaya memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Kami juga menggagas Touring Ngabumi dengan konsep menyapa desa wisata untuk Sukabumi lebih sejahtera. Rutenya akan dimulai dari Pusat Pengembangan Dakwah Islam di Cikembar menuju Jampangtengah. Di sana akan ada Festival Bonsai yang diselenggarakan Rumah Bonsai Indonesia sekaligus peluncuran buku. Kegiatan ini tidak hanya berskala lokal, tetapi juga mengglobal,” katanya.
Ia menambahkan, rangkaian Touring Ngabumi nantinya akan ditutup dengan pagelaran wayang golek di sejumlah desa wisata sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.
Ali berharap seluruh kegiatan HJKS ke-156 mampu menjadi momentum memperkuat promosi pariwisata Kabupaten Sukabumi, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Momentum seperti ini diharapkan mampu mempertemukan masyarakat, menghadirkan aktivitas ekonomi melalui spending money, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Sukabumi. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa kemanfaatan bagi semua,” pungkasnya. (adv).






