LINGKARPENA.ID | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran lingkungan dengan menjadi tuan rumah kunjungan edukasi bagi ratusan pelajar TK Tunas Bakti, Kelurahan, Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan yang diikuti sedikitnya 300 peserta, yang terdiri dari siswa siswi TK, guru pendamping, serta orang tua tersebut menurut Kepala DLH Kabupaten Sukabumi Parsetyo, bertujuan untuk memperkenalkan tugas dan fungsi DLH dalam mengelola lingkungan hidup, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga bumi sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak memahami pentingnya mengelola sampah, memilahnya dengan benar, dan mencintai lingkungan sekitar. Mereka sangat antusias. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga bisa melihat dan mempraktikkan langsung cara memilah sampah. Ini adalah pengalaman yang berharga bagi mereka,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang agar tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan bagi anak-anak. Para peserta diajak untuk mengenal berbagai program pengelolaan sampah, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, serta proses daur ulang. Serta kegiatan tersebut tidak hanya berhenti di situ saja, tetapi bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sukabumi untuk melakukan hal serupa.
“Mereka diajak berkeliling ke fasilitas pengolahan sampah milik DLH untuk melihat langsung bagaimana sampah dikelola dengan baik, dengan begitu Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi yang lain, bahwa menjaga kebersihan lingkungan dengan pengelolaan sampah yang baik sangat penting,” terangnya.
Parsetyo juga menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi orang tua dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mendukung pendidikan lingkungan sejak dini. Sehingga dirinya optimis, dengan edukasi yang konsisten dan partisipasi aktif dari masyarakat, masalah sampah bisa diatasi secara bertahap.
“Orang tua adalah contoh pertama bagi anak-anak. Jika mereka terbiasa memilah sampah dan menjaga kebersihan, anak-anak akan meniru dan menjadikannya sebagai kebiasaan. Kami yakin, anak-anak ini adalah calon pemimpin masa depan. Jika sejak kecil mereka sudah memahami pentingnya menjaga lingkungan, maka kita bisa berharap bumi ini akan lebih baik di masa yang akan datang,” ucapnya.
“Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan lingkungan kita. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, harapannya tentu dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tandasnya.






