DPPKB Kabupaten Sukabumi Memprediksi Prevalensi Stunting Menurun Menjadi 16% di Tahun 2024

LINGKARPENA.ID | Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Surat Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 400.13.1/KEP.369-DPPKB/2025 tentang Pembentukan Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) guna upaya percepatan penurunan angka stunting, kegiatan ini dilaksanakan di Aula DPPKB Kabupaten Sukabumi dan turut dihadiri oleh berbagai pihak lintas sektor, baik secara langsung maupun virtual. Rabu (28/05/2025).

 

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DPPKB Kabupaten Sukabumi dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini didasari oleh kebijakan nasional, antara lain Perpres No. 72 Tahun 2021 dan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2022, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peran masing-masing anggota tim pengendali serta menyusun rencana program kerja konkret untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Baca juga:  Ini Pesan Bupati di Hari Bhakti PU Kabupaten Sukabumi Ke 79.  

 

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus menyampaikan keprihatinannya atas tingginya angka prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Sukabumi yang pada tahun 2023 tercatat sebesar 27%. Namun, ia juga menyampaikan harapan yang besar karena berdasarkan analisis sementara, prevalensi stunting diprediksi menurun menjadi sekitar 16% di tahun 2024.

 

“Hal ini merupakan hasil kerja keras kita bersama dan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Baca juga:  Ketua DPRD Kab Sukabumi Gelar Reses di Akhir Tahun 2022

 

Sementara itu, Ia juga menekankan pentingnya sinergi pentahelix—yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, serta masyarakat—dalam mengatasi permasalahan stunting. Salah satu bentuk nyata sinergi tersebut adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang ditargetkan menjangkau 13.000 penerima manfaat tahun ini, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu dengan baduta.

Baca juga:  Pastikan Kegiatan Sesuai Ketentuan, Komisi I DPRD Kota Sukabumi lakukan Kunker ke Lapas Kelas IIB

 

Selain pemaparan tentang struktur tim dan tugas masing-masing anggota, acara ini juga menghadirkan narasumber dari BKKBN Provinsi Jawa Barat yang memberikan arahan strategi teknis guna mencapai target nasional. Peserta kegiatan juga dibekali dengan informasi teknis mengenai sistem pendaftaran Orang Tua Asuh melalui dashboard digital.

Pos terkait