LINGKARPENA.ID | Ratusan warga masyarakat Desa Kadaleman, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (8/9) mendatangi kantor desa. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait adanya dugaan penggelapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang belakangan menjadi isu mencuat di Desa Kadaleman, dan viral di media sosial facebook.
Ungkapan kekecewaan warga memuncak setelah diketahui kepala Desa Kadaleman, Rosid, tidak hadir untuk kesekian kalinya. Dan kedatangan mereka diterima perangkat desa, serta dihadiri Kapolsek Surade, Babinsa, perwakilan Apdesi, serta BPD.
Salah satu warga yang ditunjuk masyarakat sebagai koordinator aksi, Solih Efendi (41) mengungkapkan, bahwa kehadiran warga yang datang diluar ekspektasi. Dan mereka hadir tanpa ajakan atau instruksi.
“Kehadiran mereka murni ingin menyuarakan aspirasinya terkait masalah dugaan penggelalan dana PBB. Kami menyayangkan ketidak hadiran kepala desa. Padahal ia leader seharusnya ada,” ujar Solih.
Lanjut kata Solih, ia pun sempat meminta keterangan dari pihak desa terkait ketidak hadiran kepala desa di beberapa kali pertemuan yang sudah di jadwalkan dengan warga masyarakat untuk beraudiensi.
“Saya sempat pertanyakan ke perangkat lainnya soal ketidak hadiran Pak Kades, ketidak hadir itu dengan alasan apa, apakah dalam bentuk kedinasan, mana saya surat tugasnya dan berapa hari waktu kedinasannya. Ternyata Pihak desa tidak memberikan jawaban atau memberikan bukti keadministrasiannya,” tambahnya.
Dalam aksi kali ini warga menuntut agar pihak desa segera melunasi tunggakan pajak dalam waktu 14 hari. Tuntutan berikutnya warga meminta agar pihak pihak berwenang segera melakukan investigasi lapangan terkait dugaan tersebut.
“Kita menuntut agar pihak desa segera melunasi tunggakan pajak masyarakat yang selama ini belum dibayarkan. Ini sangat wajib. Jika uangnya terpakai berarti harus siap mengganti. Tuntutan kedua kami meminta pihak terkait, seperti inspektorat dan tipikor Polres untuk segera investigasi,” imbubnya.
Ditegaskan Solih, terkait permasalahan ini pihaknya akan terus mengawal hingga tuntas. Bahkan diakuinya ia telah berkomunikasi dengan pihak lain untuk melakukan pelaporan ke Polres Sukabumi.
“Ada kawan saya yang sudah berkoordinasi untuk membuat pengaduan ke pihak kepolisian. Mereka siap memprosesnya secara hukum. Nah itu langkah langkan kami dan sekarang kita tunggu hasilnya,” pungkasnya.






