Empat Bencana Terjadi Sehari di Sukabumi, BPBD Imbau Masyarakat Tetap Waspada

FOTO: Inilah ragam bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 2 April 2026.[dok.lp]

LINGKARPENA.ID | Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi dalam satu hari, Kamis (2/4/2026). Peristiwa tersebut meliputi jembatan gantung ambruk, banjir, angin kencang, hingga rumah ambruk yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, berupa ambruknya Jembatan Gantung di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud. Jembatan tersebut ambruk diduga akibat tali seling penopang putus saat dilintasi lima sepeda motor secara bersamaan.

Akibat kejadian tersebut, satu unit sepeda motor beserta pengemudinya terjatuh ke sungai, sementara empat kendaraan lainnya tersangkut di badan jembatan. Warga setempat langsung melakukan evakuasi menggunakan perahu, dan korban yang terjatuh segera dilarikan ke Puskesmas Tegalbuleud untuk mendapatkan perawatan.

Baca juga:  Kebakaran Hanguskan Rumah di Purabaya

Selanjutnya, sekitar pukul 13.30 WIB, banjir terjadi di Kampung Kubang, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan saluran drainase meluap akibat tersumbat, sehingga menggenangi rumah milik Wahyu Wijaya setinggi kurang lebih 20 sentimeter. Peristiwa ini berdampak pada satu kepala keluarga dengan empat jiwa, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Memasuki sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB, angin kencang melanda wilayah Kecamatan Cidahu. Akibatnya, atap bangunan TK Tunas Binangkit di Kampung Manglid terbawa angin, menyebabkan beberapa ruang kelas tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Tak lama berselang, sekitar pukul 16.00 WIB, satu unit rumah panggung milik warga bernama Unuh di Kampung Babakan Ciburial, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, ambruk di bagian belakang. Hujan deras serta kondisi bangunan yang sudah lapuk diduga menjadi penyebab utama kejadian tersebut. Rumah yang dihuni dua kepala keluarga dengan lima jiwa itu kini tidak layak ditempati, dan para penghuni sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Baca juga:  Imam Noeril Pimpin Pemuda ICMI Orda Kabupaten Sukabumi Periode 2022-2026

Koordinator Lapangan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

“Dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan intensif melalui berbagai saluran, mulai dari laporan P2BK di setiap kecamatan, media sosial, hingga komunikasi radio. Selain itu, pengamatan titik rawan bencana juga dilakukan melalui aplikasi kebencanaan seperti InaRisk, InaSAFE dan InaWARE BNPB.

Baca juga:  Rakor Tanggap Darurat Bencana, Evaluasi Bencana di Kabupaten Sukabumi

Pusdalops juga secara aktif menyebarkan informasi peringatan dini cuaca dan potensi bencana melalui kanal resmi BMKG, termasuk grup prakiraan cuaca dan sistem peringatan dini berbasis Warning Receiver System (WRS).

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat serta mengikuti arahan dari petugas guna meminimalisir risiko yang lebih besar.

Pos terkait