LINGKARPENA.ID | Warga Kampung Palasari, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi
digegerkan dengan temuan mayat berjenis kelamin perempuan. Saat ditemukan kondisi korban dalam keadaan tertelungkup dan tertindih kendaraan di selokan air.
Diketahui korban bernama Neng Laras (22) warga Kampung Cireundeu RT 01/06, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Korban dikabarkan hilang selama dua hari oleh pihak keluarga.
Kapolsek Nagrak Polres Sukabumi, Iptu Asep Suhriat, S.H., M.H, dalam keterangannya menuturkan, penemuan mayat tersebut berawal ketika seorang warga bernama Utom (68) sepulang dari warung mencium aroma tak sedap sekitar lokasi dimana korban berada.
“Karena rasa penasaran Utom lalu mencari sumber bau tersebut. Dan ia menemukan kalau sumber bau itu datangnya dari selokan air di bahu jalan. Setelah dilihat ternyata ada sepeda motor Honda Beat warna biru,” ujar Iptu Asep dalam keterangan resminya.
Lantas, kata Iptu Asep, Utom melaporkan temuannya kepada Ustad Denda (45) dan Ece (67) selaku ketua RT setempat. Mereka lalu bersama – sama ke lokasi tersebut dan di temukan sesosok mayat perempuan yang tertindih sepeda motor.
“Dikarenakan adanya informasi orang hilang di Kampung Karajinan, Desa Girijaya Kecamatan Nagrak, kemudian RT Ece menghubungi pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya,” imbuhnya.
FARID paman korban, setelah menerima informasi dari Ece lalu mendatangi ke TKP. Ia membenarkan bahwa kendaraan sepeda motor Honda Beat warna biru tersebut milik keponakannya, Neng Laras.
“Farid, lalu berunding dengan pihak keluarga untuk mengangkat sosok mayat perempuan yang diduga keluarganya itu, sekaligus mengangkat sepeda motornya dan keluarga menyetujuinya,” papar Iptu Asep.
Kepala Desa Girijaya menyarankan agar pengangkatan korban dan sepeda motornya untuk ditunda dulu sebelum pihak kepolisian mengetahuinya.
“Namun pihak keluarga korban menolak dan tetap akan mengangkat korban dan sepeda motornya. Alasannya karena sudah terlalu lama dan pihak keluarga menolak untuk di otopsi,” terang Iptu Asep.
Setelah diperiksa pada korban terdapat luka dibagian wajah yang sudah membusuk. Dan kaki kiri yang juga sudah membusuk. Tidak ada luka – luka lain di bagian badan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Menurut keluarga korban, korban sudah tidak ada kabar sejak hari Minggu tanggal 13 Oktober 2024 dan keterangan terakhir korban pergi bermain ke daerah Sukabumi.
Hasil Cek TKP, diduga almarhumah ketika menuju ke rumah menggunakan kendaraan sepeda motor Honda Beat warna biru hilang kendali. Sehingga kendaraan yang dikendarai korban terjatuh ke selokan air yang berada di bahu jalan sebelah kiri dengan ketinggian sekira kurang lebih 4 Meter.
Rencana pemakaman akan dilakukan di pemakaman umum Kampung Cireundeu Desa Girijaya Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi.






