Forkopimcam Cisolok Gercep Tangani Akhsan ke RSUD Palabuhan Ratu

Forkopimcam Cisolok saat menjenguk Muhammad Akhsan di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Palabuhanratu.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Muhammad Akhsan (2) balita asal Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi yang diduga terpapar sakit paru paru dan berefek pada perkembangan gizi anak, sudah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Diketahui sejak Jumat, 16 Mei 2024 kemarin, sekira pukul 17.00 WIB Akhsan langsung dirujuk ke RSUD Palabuanratu. Akhsan dirujuk dengan menggunakan mobil Ambulance Puskesmas Cisolok yang dibantu bidan Desa Wangunsari.

“Sudah 2 hari ditangani secara intensif oleh tim medis RSUD Palabuhanratu, Alhamdulillah hari ini Sabtu 18 Mei 2024, sudah ada perkembangan baik selama perawatan di RSUD Palabuhanratu, dengan pelayanan tim medis yang sangat baik,” jelas Camat Cisolok Drs. Jenal Abidin M.Ap kepada lingkarpena, Sabtu ( 18/05).

Baca juga:  Muhammad Akhsan, Anak yang Diduga Stunting dan Pengidap Paru Meninggal Dunia di RSUD Palabuhanratu

Informasi didapat, riwayat kelahiran Akhsan menurut Asni, salah satu Bidan di Desa Wangunsari mengatakan, Akhsan ini terlahir dengan berat badan 3,5 kilogram. Artinya kondisi tersebut dalam kategori normal.

Namun, meninjak usia 2 tahun Akhsan mengalami sakit gangguan paru paru. Dan pada Februari 2024 Akhsan pernah dirawat selama satu Minggu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuanratu.

Kepala Puskesmas Cisolok Heri Suherman menjelaskan, Akhsan sedang proses rawat dibawah pengawasan Tim Medis Puskesmas Cisolok. Namun karena nafsu makannya kurang baik dan kondisi badannya menurun maka disarankan pihak Puskesmas untuk dibawa ke RSUD Palabuanratu.

Baca juga:  Inilah Wajah Baru Geyser Cisolok

Berkat sinergitas dan kolaborasi serta kesigapan Forkopimcam Cisolok, Puskesmas dan Pemdes Wangunsari, Akhsan bisa ditindaklanjuti dengan baik.

Camat Cisolok dalam keterangannya menyampaikan, saat ini pihaknya bersama steakholder sedang menskrining keluarga yang sering mengasuh dan lingkungan rumah sekitarnya. Hal itu dilakukan untuk mengetahui dari siapa anak tersebut terpapar penyakit paru.

“Hal tersebut kami lakukan dalam upaya ikhtiar pengobatan intensip bagi warga masyarakat yang memiliki riwayat sakit paru agar cepat sembuh guna memudahkan dan mempercepat pemutusan mata rantai penularan penyakit paru di lingkungan sekitarnya,” kata Jenal Abidin.

Baca juga:  Tertimpa Batu, Warga Simpenan Nyawanya Tak Tertolong

Untuk meringankan beban keluarganya, Forkopimcam Cisolok gencar mengumpulkan donasi melalui rekening UPZ Baznas Kecamatan Cisolok, guna membantu anak tersebut.

Kepedulian sosial dari berbagai pihak sudah mulai berjalan lancar untuk membekali keluarganya selama perawatan di rumah sakit.

“Untuk pembiayaaan selama di rumah sakit sudah dibuatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) oleh Kepala Desa Wangunsari, Joni Purnama,” pungkas Camat Cisolok.

Pos terkait