Hadiri FGD Roasting, Wabup Iyos Minta Identifikasi Inovasi di Kecamatan dan Desa

LINGKARPENA.ID | Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri menghadiri acara Focus Group Discusion Rabu Observasi dan Aksi Sinergi Penanganan Stunting (Roasting) Kabupaten Sukabumi secara Hybrid di Pendopo Sukabumi, Rabu, (24/05/2023).

Wakil Bupati menegaskan melalui gerakan Roasting, bisa di identifikasi inovasi-inovasi yang sudah dilakukan oleh kecamatan dan desa dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi.

“Selain itu mengidentifikasi potensi sumber daya, kapasitas kecamatan dan desa yang dapat dikembangkan dan potensi kerjasama non pemerintah dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting terintegrasi di kecamatan dan desa,” kata Iyos.

Masih dikatakan Wabup, pelaksanaan program prioritas terkait percepatan penurunan stunting harus terkoordinasi dengan baik, serta menguatkan peran seluruh stakeholders pembangunan dalam upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi Zero New Stunting.

Baca juga:  Paritrana Award 2021 di Bandung, Pemkab Sukabumi Raih Penghargaan Ini!

“Dalam penanganan stunting dibutuhkan kolaborasi multi sektor dan kolaborasi multi-stakeholder dengan pola pentahelix yaitu melibatkan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat/LSM/NGO, akademisi, dan media. Saya berharap terjadinya sinergi, baik kebijakan maupun aksi intervensi yang sejalan dengan upaya penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi” tegasnya.

Pada acara tersebut juga diadakan ekspose penanganan stunting di Kecamatan diantaranya Kecamatan Cisolok yang disampaikan oleh Camat Cisolok Asep Rusli Rusmawijaya, dalam penyampaiannya disebutkan bahwa Kec. Cisolok terdiri dari 13 desa pada tahun 2022 Stunting ada dalam posisi di 6,70 % dan pada thn 2023 turun 6,50 %. Inovasinya yang dikembangkan di Kecamatan Cisolok adalah Jaring Cinta, Gerhana dan Rabu Stimas.

Baca juga:  Longsor di Cicurug Sukabumi 3 Orang Dilarikan ke RS

Sementara Camat Cikembar Tamtam Alamsyah menjelaskan bahwa dalam upaya menurunkan angka stunting, kecamatan Cikembar memiliki program yang disebut Pepeling, yaitu Percepatan Penurunan Laju Stunting. Selain itu, ada lelang kebaikan peduli stunting yang akan digunakan untuk mendukung program stunting di wilayah kecamatan Cikembar sehingga angka stunting di wilayahnya bisa turun.” singkatnya.

Sedangkan di Kecamatan Pabuaran, kata Camat Pabuaran Ade Aksan Bratadireja seluruh ibu hamil diberikan makanan tambahan untuk menambah gizi dan percepatan penurunan Stunting, penanganan masalah stunting tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah. Warga masyarakat harus bergerak bersama-sama untuk saling mengingatkan tentang bahaya stunting bagi masa depan bangsa Indonesia.” tutupnya.

Baca juga:  Tersesat di Parungkuda Diantar Polisi ke Polsek Nagrak, Nenek Iyoh Ingin Dijemput Pulang

Dalam kesempatan yang sama Tim Pakar Audit Kasus Stunting DPPKB dr. Eni menjelaskan masalah gizi harus diperhatikan dan orang tua harus memberikan nutrisi bagi balita serta pengukuran balita harus benar benar teliti.

Senada dengan itu, dr.Nila Kusumah pemantauan Ibu hamil harus selalu diperhatikan dan selalu diperiksa di Posyandu sehingga pantauan tiap bulanya akan terdeteksi, hal penting lainnya yang juga tak kalah penting adalah pemberian tamblet tambah darah kepada Ibu hamil dan penyuluhan calon pengantin terkait edukasi nutrisi.” pungkasnya.

Hadir Pada acara tersebut Kadis Kominfo, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis DKUKM, Kadis Pertanian, Baperlitbangda, DPPKB, DPMD, Dinkes, DP3A serta Disdik.(*)

Pos terkait