Harga Pangan di Kabupaten Sukabumi Relatif Stabil, Cabai Rawit Meroket Hingga 20 Persen

FOTO: Salah satu pedagang di Pasar Tradisional di Kabupaten Sukabumi.[sumber. disdagin sukabumi.]

LINGKARPENA.ID | Perkembangan harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi pada pekan ini terpantau relatif stabil. Berdasarkan data pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan minggu sebelumnya.

Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan cukup mencolok, terutama pada kelompok cabai rawit yang tercatat mengalami lonjakan harga tertinggi.

Kepala Bidang Sarana Distribusi dan Stabilisasi Harga Bahan Pokok dan Kebutuhan Penting Disdagin Kabupaten Sukabumi, H. Usep Setiawan, S.Pd.I., MM, menyampaikan, bahwa hasil pemantauan dilakukan di delapan pasar, di antaranya Pasar Cisaat, Cibadak, Parungkuda, Cicurug, Palabuhanratu, Sukaraja, Surade, dan Sagaranten.

“Secara umum harga bahan pokok masih terkendali. Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, terutama cabai rawit,” ujar H. Usep.

Beras Stabil, Medium Naik Tipis

Untuk komoditas beras premium, harga rata-rata masih stabil di angka Rp12.375 per kilogram atau tidak mengalami perubahan (0,00 persen). Sementara itu, beras medium mengalami kenaikan tipis dari Rp13.050 menjadi Rp13.113 per kilogram, atau naik sekitar 0,48 persen.

Baca juga:  Sepi Pembeli, PKL Ini Terancam Gulung Tikar

Sedangkan beras SPHP terpantau tetap stabil dengan rata-rata Rp6.250 per kilogram.

Minyak Goreng dan Daging Relatif Terkendali

Harga minyak goreng curah mengalami kenaikan kecil dari rata-rata Rp19.313 menjadi Rp19.375 per kilogram (naik 0,32 persen). Sementara Minyakita naik dari Rp15.275 menjadi Rp15.400 per liter (naik 0,82 persen).

Untuk komoditas protein hewani, daging sapi terpantau stabil dengan rata-rata Rp131.429 per kilogram. Sedangkan daging ayam ras naik tipis dari Rp37.250 menjadi Rp37.500 per kilogram (0,67 persen).

Telur Ayam Turun Tipis

Harga telur ayam ras mengalami penurunan ringan dari Rp29.375 menjadi Rp29.250 per kilogram, atau turun 0,43 persen.

Baca juga:  Brantas Rokok Ilegal, Bea Cukai Gandeng Satpol PP Gelar Sosialisasi BKCHT di Sukabumi

Cabai Rawit Jadi Pemicu Kenaikan Tertinggi

Kenaikan paling tinggi terjadi pada komoditas cabai rawit. Cabai rawit hijau melonjak dari rata-rata Rp45.500 menjadi Rp52.750 per kilogram, naik hingga 15,93 persen.

Sementara cabai rawit merah mengalami kenaikan lebih tajam dari Rp52.500 menjadi Rp63.375 per kilogram, atau naik sekitar 20,71 persen.

Selain itu, cabai merah besar juga mengalami kenaikan dari Rp40.000 menjadi Rp41.375 per kilogram, naik 3,44 persen.

Bawang Merah Naik, Bawang Putih Turun

Komoditas bawang merah mengalami kenaikan dari rata-rata Rp35.625 menjadi Rp36.000 per kilogram (naik 1,05 persen). Sedangkan bawang putih turun dari Rp27.750 menjadi Rp27.375 per kilogram atau turun 1,35 persen.

Ikan Mas Naik, Udang Turun Tajam

Pada sektor perikanan, ikan mas mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp31.750 menjadi Rp34.375 per kilogram, naik 8,27 persen. Sedangkan harga udang mengalami penurunan tajam dari Rp70.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, turun hingga 14,29 persen.

Baca juga:  Mahasiswa UMMI Sukabumi Implementasikan PHD2D, Mina Padi Jadi Pilot Project Unggulan

Komoditas lainnya seperti ikan kembung dan ikan nila relatif stabil dengan kenaikan kecil.

Komoditas Lain Mayoritas Stabil

Komoditas lain seperti gula pasir, tepung terigu, garam, mie instan, tahu, tempe, gas elpiji 3 kg, serta buah-buahan seperti pisang dan jeruk tercatat tidak mengalami perubahan dibandingkan minggu sebelumnya.

Usep Setiawan, memastikan pemantauan akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga di pasaran, sekaligus mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang momen tertentu.

“Kami terus melakukan monitoring rutin dan koordinasi dengan pihak terkait agar ketersediaan pasokan tetap aman dan harga terkendali,” tambah Disdagin.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap berbelanja secara bijak serta tidak melakukan pembelian berlebihan, terutama pada komoditas yang tengah mengalami kenaikan.

Sumber : Disdagin Kab. Sukabumi

Pos terkait