Lanjut Syaiful, di tengah wabah Covid-19 yang melanda dunia, termasuk juga yang melanda Indonesia, Sarbumusi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas program pemerintah dalam menangani wabah Covid-19. Dalam hal ini, Sarbumusi bersinergi dengan kebijakan pemerintah, berupaya mengoptimalkan program penanganan Covid-19 agar tepat sasaran.
Baca juga: PMII Siap Buktikan Soal SPK Bodong di Pemkot Sukabumi
Ia menjelaskan, ada 3 hal yang menjadi lokus Sarbumusi dalam penanganan Covid-19 kali ini. Yakni, mengawal secara hukum, menguatkan litigasi untuk pemerintah, dan menertibkan perusahaan-perusahaan nakal, agar para pekerja tidak di PHK secara sepihak.
“Selain itu Sarbumusi juga mendukung penuh pemulihan ekonomi nasional. Dalam hal ini, Sarbumusi bisa ikut berperan aktif mendorong untuk memulihkan perekonomian nasional,” ucapnya.
Sekretaris Jenderal Konfederasi Sarbumusi, Eko Darwanto menambahkan, di tengah peringatan hari lahir dirasa perlu mengenang kembali kiprah berdirinya Sarbumusi. Ia menjelaskan Sarbumusi didirikan tanggal 19 Shafar 1375 Hijriyah atau bertepatan 27 September 1955.
“65 tahun yang lalu, Sarbumusi didirikan di pabrik gula Tulangan Sidoarjo Jawa timur. Di mana tempat itulah yang menjadi cikal bakal atas kelahiran Sarikat Buruh Muslimin Indonesia,” ujar Eko yang juga menjabat sebagai Dewas BPJS Ketenagakerjaan pusat.
Namun demikian, baru sejak 2008 lalu Sarbumusi bangkit dari tidur panjang, akibat kebijakan pemerintahan orde baru yang membelenggu kebebasan serikat buruh. Berdirinya Sarbumusi adalah bagian dari pergerakan atas interaksi buruh dengan pengusaha.
“Alhamdulillah para pendiri kita berhasil melakukan konsolidasi keanggotaan hingga mencapai 3 juta anggota, meyakinkan kaum buruh bahwa Sarbumusi bagian dari Nahdlatul Ulama, bagian dari perjuangan NU. Di mana sebagian besar buruh di Indonesia merupakan kaum nahdliyin,” tuturnya.
Sejak awal kebangkitan kembali Sarbumusi tahun 2008 silam, sambung Eko, anggota Sarbumusi saat ini mencapai 350 ribu dan menjadi serikat buruh terbesar keempat di Indonesia. “Ini menjadi spirit perjuangan buruh Sarbumusi untuk mengembalikan kejayaan masa lalu,” tandasnya.
Sementara Ketua Panitia Harlah Konfederasi Sarbumusi ke-65 tahun, Agung Prastowo mengatakan, kegiatan Harlah kali ini dilakukan secara virtual, mengingat wabah Covid-19 masih juga belum mereda.
“Acara virtual dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, Ketua Dewan Pembina Sarbumusi Muhaimin Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco dan Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid,” tukasnya.
Reporter : Garis NB
Redaktur : Alan Kencana
https://www.instagram.com/p/CFqx_TCnVMT/?igshid=1i4p0umq099mw






