Heboh..! Pemuda Akhiri Hidupnya di Saung Sawah di Wangunreja Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Warga masyarakat Desa Wangunreja, Kabupaten Sukabumi dihebohkan dengan ditemukannya sesosok Pemuda dengan leher terikat seutas tali di sebuah Saung Sawah pada Jumat pagi.

 

Diketahui seorang pemuda itu berinisial AZ (26) warga Kampung Babakan Bandung RT 001/006, Desa Wangunreja, Kecamatan Nhalindung, Kabupagen Sukabumi. AZ ditemukan tewas gantung diri di sebuah saung sawah, pada Jumat (1/8/2025) pagi.

 

Kapolsek Nyindung, AKP Joko S. Supono dalam keteranga tertulisnya yang diterima lingkarpena.id menyebutkan, bermula jasad AZ tersebut ditemukan oleh Ojak, pemilik saung, sekira pukul 07.00 WIB.

Baca juga:  Hilang Kendali Truk Fuso di Sukabumi Terperosok, Sopir Dilarikan ke RS

 

Menurutya, awal mula penemuan jasad seorang Pemuda itu diketahui oleh saudara Ojak. Saat itu Ojak hendak melakukan aktivitasnya sebagi petani.

 

“Saat tiba di saung sawah miliknya saksi mendapati seseorang dalam kondisi tergantung di palang bambu saung sawah dengan kondisi leher terikat kabel,” ujar AKP Joko.

 

Kemudian saksi melaporkan penemuan itu ke ketua RT setempat dan warga lainnya bernama Agus alias Domeng. Tak lama kemudian warga pun berdatangan ke lokasi kejadian.

Baca juga:  Dua Oknum Pemuda Penjual Bendera Merah Putih di Sukabumi Diamankan Polisi, Begini Kronologinya

 

Belakangan diketahuj korban merupakan mantan menantu dari Agus alias Domeng dan merupakan warga sekitar.

 

Setelah menerima laporan pihak kepolisian dari Polsek Nyalindung, beserta aparat pemdes Wangunreja dibantu timedis dari Puskesmas Cijangkar datang le lokasi dan melaluka pemeriksaan awal.

 

“Pemeriksaan telah dilakukan di TKP oleh tim medis Puskesmas Cijangkar dan disaksikan kami dan anggota juga Pak kades, serta pihak keluarga korban,” tambah Akp Joko.

Baca juga:  Galian Proyek di Sukabumi Menewaskan Tiga Bocah

 

Ungkap Akp Joko, hasil pemeriksaan menunjukan korban meninggal kurang dari sembilan jam. Selain itu temukan bekas jeratan gantung diri pada leher korban. Namun juga tidak ditemukan tanda tanda kekerasan lainnya.

 

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan penolakan dan menerima kejadian itu sebagai suatu musibah,” ungkap AKP Joko.

 

Kemudian korban diserahkan ke pihak keluarga, dan rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kampung Kararange, Desa/Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Pos terkait