Hujan dan Angin Kencang Picu 9 Kejadian Bencana di Kabupaten Sukabumi, Nihil Korban Jiwa

LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang memicu sedikitnya sembilan kejadian bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/3/2026). Peristiwa tersebut didominasi pohon tumbang dan rumah ambruk, dengan laporan nihil korban jiwa.

 

Berdasarkan Laporan Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, kejadian pertama tercatat pada pukul 05.30 WIB di Kampung Babakan Situ, RT 001 RW 003, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi. Hujan deras dan angin kencang mengakibatkan atap dapur rumah milik Holil ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

 

Selanjutnya, di Kampung Cikaliung RT 09 RW 02, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, dilaporkan sebuah rumah tertimpa pohon pada pukul 10.00 WIB. Peristiwa serupa juga terjadi pada Selasa malam (3/3/2026) pukul 23.20 WIB, di mana rumah milik Deden (1 KK, 6 jiwa) mengalami ambruk pada bagian dapur akibat kayu atap yang sudah lapuk dan tak kuat menahan hujan yang turun cukup lama. Rumah tersebut mengalami rusak berat dan sementara waktu penghuninya mengungsi ke rumah kerabat.

Baca juga:  Mulut Berbusa: Wanita Bertato Meninggal dan Gegerkan Warga Kebonpendes Sukabumi

 

Selain itu, sejumlah kejadian pohon tumbang terjadi hampir bersamaan pada Rabu siang. Di antaranya di Kampung Rancabungur RT 011 RW 002, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, pohon aren roboh menimpa area belakang rumah warga. Di Kampung Cikaret RT 21 RW 07, Desa Cikaret, pohon rambutan tumbang hingga menghambat akses jalan.

Baca juga:  KPID Jawa Barat Kembali Dinobatkan sebagai Lembaga Vertikal Informatif Usai Raih Kembali Penghargaan

 

Kejadian serupa juga dilaporkan di Kampung Cikembang RT 05 RW 004, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, di mana pohon tumbang menutupi jalan dan menimpa satu unit sepeda motor. Sementara itu di Kampung Ranji RT 04 RW 01, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, pohon rambutan roboh dan merusak bagian rumah warga.

 

Di wilayah pesisir, tepatnya di Kampung Majlis RT 003 RW 019, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, angin kencang menyebabkan dua unit ruko mengalami kerusakan pada bagian atap serta satu pohon tumbang.

 

Peristiwa lainnya terjadi di Kampung Baros 2 RT 001 RW 005, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung. Dahan pohon durian menimpa atap samping rumah milik Ade Iyus (1 KK, 1 jiwa) dan menyebabkan kerusakan sedang.

Baca juga:  Soal Issu Varian Omicron, Ridwan Kamil: Aktivitas Tidak Perlu Ada Penyekatan

 

Koordinator Lapangan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa seluruh kejadian telah ditangani oleh petugas bersama unsur terkait di wilayah masing-masing.

 

“Kami memastikan seluruh laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. Alhamdulillah dalam seluruh kejadian hari ini tidak ada korban luka maupun jiwa. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi,” ujar Daeng.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan masyarakat untuk memangkas pohon yang berpotensi tumbang serta memastikan kondisi bangunan rumah dalam keadaan aman, terutama pada bagian atap yang sudah lapuk, guna meminimalisir risiko saat hujan deras dan angin kencang.

Pos terkait