LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Rabu–Kamis, 3–4 Desember 2025, memicu sejumlah kejadian bencana di berbagai kecamatan. Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, sedikitnya sembilan kecamatan mengalami longsor, banjir, dan cuaca ekstrem yang menyebabkan rumah rusak, akses jalan terganggu, hingga warga mengungsi.
Kalapanunggal Alami Longsor, Banjir, dan Rumah Ambruk
Di Kecamatan Kalapanunggal, hujan lebat memicu tiga kejadian berbeda. Longsor terjadi di Kampung Cigoong Pasir pada Rabu (3/12) sekitar pukul 16.30 WIB dengan dimensi longsoran panjang 5 meter dan tinggi 7 meter yang berdampak pada satu keluarga. Di Pasirkadu, air sempat menggenangi satu rumah. Sementara itu, cuaca ekstrem menyebabkan satu rumah warga di Kampung Kadudampit roboh. Tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian ini.
Cisolok: Tembok Pagar Sekolah Ambruk
Di Kecamatan Cisolok, tembok pagar depan SMA Negeri 1 Cisolok ambruk akibat hujan deras pada Kamis (4/12) pukul 14.30 WIB. Material runtuhan telah dibersihkan untuk menghindari gangguan lalu lintas di jalur provinsi. Pada waktu berbeda, tebing depan rumah warga di Kampung Cisarua juga mengalami longsor dan mengancam satu keluarga.
Gunungguruh Dilanda Banjir hingga 80 Cm
Di Kecamatan Gunungguruh, luapan air Sungai Ciburial menggenangi pemukiman di dua desa, yakni Cikujang dan Gunungguruh. Total 20 rumah terdampak banjir dengan ketinggian mencapai 80 cm. Dua keluarga terpaksa mengungsi. Selain itu, longsor TPT dan bahu jalan terjadi di Kampung Neglasari dengan panjang 25 meter dan tinggi 5 meter.
Nagrak: Tebing Longsor Ancam Rumah Warga
Curah hujan tinggi di Kecamatan Nagrak menyebabkan dua titik longsor di Desa Darmareja. Tebing setinggi 7 meter longsor di Kampung Kebon Kerep serta mengancam dua rumah dan memutus akses gang. Di Kampung Cijulang, keretakan dinding dan pondasi rumah terjadi akibat longsor yang mengancam tiga keluarga.
Cicantayan: Kebun Longsor Timbun Sawah dan Sekolah Ambruk
Di Kecamatan Cicantayan, kebun warga di Kampung Lemburjami mengalami longsor dan menimpa empat petak sawah. Cuaca ekstrem juga membuat bangunan lantai dua salah satu ruang kelas di MTS Yaspi roboh. Meski begitu, tidak ada korban jiwa.
Cibadak: Empat Rumah Terancam Longsor
Longsor juga terjadi di wilayah Cibadak, tepatnya di Kampung Cibatu Hilir. Tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 20 meter ambrol dan mengancam empat rumah. Penghuni rumah telah diungsikan sebagai langkah antisipasi.
Kadudampit: Dinding Rumah Lantai Dua Roboh
Di Kecamatan Kadudampit, dinding lantai dua rumah milik seorang warga di Kampung Citamiang roboh dan menimpa dua rumah tetangganya. Tiga keluarga terancam jika terjadi runtuhan susulan.
Cidolog: Rumah Warga Tergerus Sungai
Di Kampung Cipogor, Kecamatan Cidolog, hujan deras memicu longsor yang merusak bagian belakang rumah warga yang berada di tepi sungai. Satu keluarga terdampak namun tidak ada korban jiwa.
Simpenan: Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan
Cuaca ekstrem di Kecamatan Simpenan menyebabkan pohon albasia besar dengan panjang 15 meter tumbang dan menutup jalan kabupaten pada Kamis sore. Petugas berhasil mengevakuasi material pohon sekitar pukul 18.30 WIB.
BPBD Tetap Siaga
BPBD Kabupaten Sukabumi menyampaikan kondisi cuaca saat ini berada pada kategori hujan ringan dengan suhu 24°C, kelembaban 88%, dan peringatan dini hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah.
Petugas Pusdalops terus melakukan pemantauan melalui sistem informasi kebencanaan, WAG P2BK, media sosial, radio Ratel, serta aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare. Data kejadian terus direkap dan dianalisis sebagai bahan penanganan lanjutan.






