IFAD Memastikan Program Yess bisa Diserap di Kabupaten Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Tim IFAD Mission YESS And Yess-SI Gelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerima Manfaat dari program yang telah digulirkan ke Kabupaten Sukabumi, bertempat di BDSP P4S Cilangkap Cikembar Kabupaten Sukabumi.

Monev tersebut digelar untuk mendengarkan kisah sukses penerima manfaat selama program YESS d jalankan, apa tantanganya dan kendalanya yang dihadapi, serta mendengarkan masukan-masukan terhadap program kedepan.

Diketahui, Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) ini, merupakan program hibah dari World Bank (Bank Dunia) untuk mengembangkan dan menciptakan generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan dalam bidang pertanian, peternakan dan olahannya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari tim IFAD, pendamping program YESS-PPIU Jawa Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, BDSP P4S, Mobilizer, Fasilitator Muda, Young Ambasador, Penerima Manfaat Program, serta tamu undangan lainnya.

Kepada Wartawan, Development Consultant IFAD, Shazreh Hussain mengatakan, kehadirannya di Kabupaten Sukabumi, untuk memastikan bahwa program YESS ini benar-benar bisa diserap dan dirasakan manfaatnya oleh para penerima manfaat.

Baca juga:  Pemkab Sukabumi Raih Sertifikat Elektronik Terbaik Nasional

“Saya datang kesini dengan tujuan untuk mengevaluasi sekaligus ingin mendengarkan, sejauh mana penyerapan program ini bisa dirasakan, kendala yang dihadapi serta harapan kedepan,” Kata Shazreh yang berasal dari Pakistan ini.

Selain itu, program YESS ini tentunya memiliki banyak misi, terutama dalam peningkatan Sumber Daya Manusia, yang memiliki kemampuan dalam bidang usaha pertanian dan peternakan.

“Tadi sudah didengar, baik dari pendamping, mobilizer, fasilitator muda maupun penerima manfaat, selain kesuksesan ada juga ternyata hambatannya, seperti akses internet, radius wilayah, pakcaging, pemasaran, branding, pengolahan, permodalan serta manajemen,” tambahnya.

Shazreh berharap, walaupun program ini sampai tahun 2025, tapi kedepan bisa berlanjut walupun dengan pola yang berbeda tapi misinya sama.

“Tahun 2025 program ini akan berakhir, saya berharap ada kelanjutannya, walupun bukan dari wadah yang sama, yang penting satu misi, untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan, terutama bagi para petani muda,” harapnya.

Baca juga:  11 Pasien Keracunan Massal Masih Ditangani Puskesmas Purabaya

Diakhir sesi, ditanya kesan datang ke Indonesia khususnya di Kabupaten Sukabumi, ia sangat berkesan dengan penyerapan program YESS ini, terlihat dari semangat para penerima manfaat dalam menyampaikan testimoni.

“I’m Verry happy, (saya merasa senang-red) berada disini. Kebersamaan, keramahan dan semangatnya sangat luar biasa. Ini akan menjadi catatan penting buat laporan kami,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Tuty Harahap mengungkapkan Tim IFAD datang ke Sukabumi dalam rangka melihat secara faktual bantuan program YESS yang sudah digulirkan.

“Hari ini kami menerima kedatangan tim IFAD dalam rangka evaluasi program yang sudah digulirkan. Sengaja juga kami hadirkan para penerima manfaat dari program supaya bisa mendengar langsung dari mereka bagaimana perkembangan usaha yang sedang dijalankan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, para pengusaha muda dalam bidang pertanian dan peternakan sudah banyak yang diberikan pelatihan dan bahkan sudah menerima bantuan permodalan.

Baca juga:  Telan Rp1,5 Miliar, Pembangunan Embung di Cidadap Mangkrak?

“Yang sudah diberikan pelatihan dari program YESS kurang lebih ada 6 ribuan, sedangkan yang sudah menerima bantuan hibah kompetitif sekitar 138 orang, dengan besaran 25 juta per penerima manfaat,” tegasnya.

Salah seorang penerima manfaat program YESS Nurhadida, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada yang memberi program, berkat bantuan hibah kompetitif kini dia bisa menjalankan usahanya dalam bidang peternakan dan pertanian.

“Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa usaha sendiri dengan memelihara kelinci sebanyak 50 ekor indukan dan 153 ekor anakan. Selain itu saya juga sedang mengembangkan tanaman jagung, berkat bantuan hibah kompetitif dari program YESS,” tutur pemuda disabilitas yang beralamat di Kp. Cicangkore RT 05 RW 04, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya kini ia bisa mendapatkan penghasilan 1-2 juta perbulan dari hasil penjualan anak kelinci dan penjualan panen jagungnya.

Pos terkait