LINGKARPENA.ID – Berbagai macam pengalaman dan peristiwa diluar nalar manusia, tentu saja pernah dirasakan oleh semua orang. Apalagi disaat kita berada disuatu tempat atau lokasi yang jauh dari keramaian sangat mungkin lokasi tersebut bisa saja dianggap angker oleh sebahagian orang di muka bumi ini.
Bripka Erwin Wahidi, seorang anggota Korps Kepolisian Republik Indonesia yang pernah bertugas sebagai Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) mengatakan, pernah merasakan dan melihat penampakan makhluk halus (Goib) disaat melaksanakan tugas.
Pengalaman tersebut, ia ceritakan disaat melakukan tugas patroli di wilayah hukum Polairud Polda Bengkulu. Saat itu, ia bersama dengan tiga orang ABK (Anak Buah Kapal) secara tidak langsung melihat sebuah kapal perang besar yang ada pada zaman Belanda yang melintas pas didekat kapal yang ia Nahkodai.
“Waktu itu, saya perintahkan kepada semua ABK untuk tetap tenang dan mematikan mesin kapal, sampai kapal perang itu melewati kapal saya,” ungkap, Erwin yang pertama bertugas di Direktorat Polairud Polda Bengkulu ini.
Peristiwa itu, kata dia, terjadi di dekat perairan laut Puloubay Bengkulu. Menurut kepercayaan warga setempat, dahulunya pada tahun 1809 ada sebuah kapal perang belanda yang pernah tenggelam disekitaran laut Poloubay.
“Menurut warga sekitar kejadian itu memang sering terjadi dan bahkan sering terlihat oleh nelayan yang melintasi jalur tersebut,” kata dia.
Selain penampakan kapal perang belanda, disana juga banyak aneka ragam jenis ikan yang di temui seperti ikan hiu harimau yang panjangnya melebihi kapal patroli yang ia Nahkodai, tambahnya.
“Penampakan makhluk tak kasat mata pun pernah ia alami juga saat bertugas di Polairud Polres Sukabumi, yaitu saat menolong korban yang tenggelam di laut pantai selatan Pelabuhan Ratu,” kata dia.
Diceritakan, saat itu, ia pernah menolong korban tenggelam terapung dilaut Pelabuhan Ratu, korban adalah warga bogor yang tenggelam di laut Sukabumi usai berwisata di pantai Pelabuhan Ratu tersebut.
“Alhamdulillah, jenazah korban bisa ditemukan setelah muncul dipermukaan, saya bersama tim SAR melakukan upaya penyelamatan agar jenazah bisa diserahkan kepada pihak keluarga korban. Namun pada malam harinya saat saya berada di posko Polairud, korban datang menghampiri saya, terlihat korban waktu itu menembus dinding yang ada di hadapan saya, terdengar sayu-sayu korban mengucapkan rasa terima kasih atas pertolongan yang telah saya lakukan bersama tim, kejadian tersebut seperti nyata dan saya pun kaget saat melihat kedatangan korban dan tiba-tiba hilang entah kemana,” ujarnya.
“Nah, itulah beberapa pengalaman di luar nalar yang saya rasakan saat melaksanakan tugas dan pengabdian kepada Negara. Dengan demikan hendaklah kita selalu mendekatkan diri kepada sang pencipta karna semua itu adalah makhluk ciptaan Allah SWT dan kita wajib meminta pertolongan dan perlindungan hanya kepadanya,” pungkas Bripka Erwin mengakhiri.






