LINGKARPENA.ID | Pemerintah Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, terus menorehkan prestasi melalui berbagai terobosan pelayanan publik.
Mengusung semangat pelayanan yang “cepat, tanggap dan inovatif”, desa ini kini berhasil menembus nominasi Anugerah Sri Baduga Kabupaten Sukabumi 2025 dan akan mewakili kabupaten di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah hadirnya Pusat Layanan Desa (PUASA) — sebuah sistem layanan terpadu yang dirancang untuk mempercepat penanganan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai sektor.
Melalui program PUASA, warga Desa Kebonpedes dapat dengan mudah mengakses layanan darurat atau administratif hanya dengan menghubungi kontak resmi yang sudah disediakan. Dalam satu lembar informasi terpadu, masyarakat bisa langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa, Supir Ambulans, Bidan Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar Sukaraja, hingga Pendamping Sosial.
Langkah sederhana namun strategis ini terbukti mempercepat respon pemerintah desa terhadap berbagai situasi, mulai dari kondisi darurat kesehatan hingga penanganan sosial.
Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani—yang akrab disapa Kades Aing—menuturkan bahwa inovasi PUASA lahir dari semangat untuk menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kami ingin memastikan setiap warga bisa mendapatkan pelayanan yang cepat dan mudah, tanpa harus berbelit. Prinsipnya, desa harus hadir di setiap situasi yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya, Sabtu (18/10/2025).
Dadan menambahkan, sistem PUASA merupakan bentuk implementasi nyata dari enam indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa, yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, tata kelola pemerintahan, pelayanan sosial, hingga ketertiban wilayah.
Sebagai contoh, Dadan menceritakan bagaimana layanan PUASA membantu salah satu warganya, Rahmat, warga Kampung Bojonggaling RW 02, yang dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan medis segera.
“Informasi awalnya kami terima dari RT. Begitu laporan masuk, tim PUASA langsung bergerak mengevakuasi dan memastikan yang bersangkutan mendapat pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Berkat koordinasi cepat tersebut, warga tersebut kini sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan melalui sistem SIKS-NG, sehingga dapat memperoleh layanan medis tanpa hambatan administrasi.
Inovasi pelayanan seperti PUASA diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi dalam mengembangkan sistem yang responsif, mudah diakses, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak ingin warga menunggu lama untuk mendapat bantuan. Dengan PUASA, desa bisa langsung bergerak bersama lintas sektor — dari kesehatan, keamanan, hingga sosial — semuanya terhubung,” tegas Dadan.
Dengan berbagai capaian dan inovasinya, Desa Kebonpedes kini bukan hanya dikenal sebagai desa yang berprestasi, tetapi juga sebagai model desa pelayanan cepat yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.






