Kebakaran Hanguskan Pabrik Tahu dan Rumah Warga di Cicantayan Sukabumi, Damkar Cisaat Bertindak Cepat

FOTO: Petugas pemadam kebakaran dari Pos Damkar Cisaat dan Cibadak, saat melakukan pendinginan di lokasi bangunan Pabrik Tahu yang terbakar di Cicantayan, Jumat (13/2) sore.[dok. damkar cisaat.]

LINGKARPENA.ID | Kebakaran melanda sebuah pabrik tahu yang berdampingan dengan rumah tinggal warga di Kampung Bantar Karet RT 05/05, Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (13/2/2026) sore.

Peristiwa tersebut dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi pada pukul 16.10 WIB. Tim pemadam kebakaran langsung diterjunkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.25 WIB.

Baca juga:  Pemanfaatan Teknologi Digital, Bupati dan Menkomdigi Panen Ikan Nila di Cicantayan Sukabumi

Penanganan kebakaran dilakukan oleh petugas gabungan dari Posko Damkar Cisaat dan Posko Damkar Cibadak.

Danpos Damkar Cisaat, Unang Sopian, menyampaikan bahwa proses pemadaman dilakukan dengan cepat mengingat lokasi kebakaran berada di area permukiman sehingga dikhawatirkan api dapat menjalar ke bangunan lain.

“Begitu laporan masuk pukul 16.10 WIB, kami langsung bergerak. Alhamdulillah sekitar pukul 16.25 WIB sudah tiba di lokasi. Kami lakukan pemadaman dan pengendalian api bersama Posko Cibadak agar tidak meluas,” kata Unang Sopian.

Baca juga:  Sempat Buron, Sopir Penyebab Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Sukabumi - Bogor Diamankan Polisi

Ia menambahkan, objek yang terbakar merupakan pabrik tahu yang memiliki aktivitas produksi, termasuk penggunaan api dalam proses pembakaran, sehingga kebakaran berpotensi cepat membesar.

Namun demikian, Unang menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penyelidikan.

“Informasi awal ada aktivitas pembakaran di pabrik tahu, tetapi untuk penyebab pastinya masih dalam penyidikan,” ujarnya.

Baca juga:  Los Mabel di Gunungguruh Kebakaran, Satu Korban Alami Luka Bakar

Petugas juga melakukan pendinginan setelah api berhasil dikendalikan, guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Hingga saat ini, data kerugian material masih dalam pendataan, sementara laporan korban jiwa maupun korban luka belum diterima secara resmi. (adv).

Pos terkait