“Rasa peduli dan jiwa sosial masyarakat Banyuwangi luar biasa. Ini dibuktikan dalam perbaikan rumah yang menghabiskan biaya sebesar Rp 62,5 juta. Semuanya biaya berasal dari dana swadaya masyarakat,” tambahnya.
Dikatakan Sutomo, “Tidak hanya uang saja, namun berupa makanan dan tenaga dicurahkan. Karena masyarakat secara gotong royong dan bersama-sama dalam kegiatan ini,” kata Aiptu Sutomo.
Tak hanya itu, pria berusia 48 tahun tersebut juga berhasil menggalang dana swadaya murni dari masyarakat. Hal itu guna pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang ada di Desa Tegaldlimo, Wringinpitu dan Desa Wringinanom.
Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, Aiptu Sutomo dan warga berhasil memasang 315 titik lampu penerangan jalan. Jumlah itu dengan nilai nominal Rp 231.750.000. Penerangan jalan ini diharapkan dapat membantu mencegah aksi kriminalitas di desa sekitar.
“Antisipasi kerawanan pada malam hari. Secara swadaya bikin lampu penerangan sepanjang jalan. Kita lakukan bersama dengan masyarakat,” ungkap Aiptu Sutomo.
Karena jasa-jasanya, ayah dua anak ini pun menjadi sosok polisi yang dekat dengan masyarakat. Mendapatkan penghargaan dari Kapolresta Banyuwangi sebagai sosok anggota Polri yang mampu menginpsirasi dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.
“Saya dengan dipimpin oleh Pak Tomo bersama-sama dengan tokoh masyarakat lainnya berniat membangun desa. Saya percaya dengan Pak Sutomo. Uang sebesar itu ada juga karena kesadaran masyarakat yang mampu dibangun dan dibangkitkan oleh Pak Tomo,” ujar Suntoro, tokoh masyarakat Desa Tegaldlimo menambahkan.
Kontributor: Ali S
Redaktur: Akoy Khoerudin






