LINGKARPENA.ID – Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Christo Toar menjelaskan fungsi Lapas merupakan sebagai wadah pembinaan kepada warga binaan. Untuk kedua kalinya pihak Lapas kembali bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi dan Sunda Coffee sebagai instruktur untuk melatih warga binaan di bidang keterampilan menjadi Barista atau Pembuat Kopi dan Pengusaha Kopi.
“Kegiatan ini merupakan lanjutan pembinaan kemandirian yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Rencananya akan diselenggarakan selama lima hari,” ujar Christo, menjelaskan di Ruangan Giatja Lapas Sukabumi, Rabu 8 Desember 2021.
Tak hanya disitu, lanjut Christo, ada 20 warga binaan yang mendapat pelatihan dan itu merupakan hasil seleksi dari 40 WBP yang berminat. Ke 40 warga binaan ini sudah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Hal ini juga nantinya berguna bagi mereka apabila sudah menghirup udara bebas alias selesai masa hukuman. Warga binaan bisa menjalankan kegiatan positif agar bisa mendapatkan nafkah halal untuk dirinya maupun keluarganya.
Christo berharap, dengan adanya pelatihan bagi warga binaan ini bisa menjadi bekal setelah yang bersangkutan bebas. Mereka bisa membuat usaha di lingkungan masyarakat sehingga tidak lagi melakukan hal yang melanggar hukum karena telah disibukkan dengan usahanya.
“Lapas tidak hanya mengadakan pelatihan pembuatan kopi barista saja, akan tetapi lapas juga memberikan beberapa pembinaan kemandirian yang sudah berkembang. Contoh seperti menjahit, mebeulair, hidroponik, pembuatan keset, bahkan pembuatan bakso,” terang Christo.
Lanjut Christo, kegiatan pelatihan terhadap ke empat puluh warga binaan tadi disampaikan dengan metode pendekatan kompetensi. Kegiatan dimulai dengan materi, praktek dan diakhiri dengan tanya jawab.(***)
Reporter: lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin






