Senada dengan Aam, Sekretaris PWI Kabupaten Sukabumi Budi Muhammad Darmawan yang turut serta ikut menimpali. Menurutnya generasi muda penghafal Al-Quran harus dihormati. Mereka rela mengorbankan masa remajanya di abad digital ini.
“Mereka luar biasa, menahan diri, berprinsip, tidak tergoda jagat alam maya. Mereka orang hebat yang patut mendapat apresiasi dari sesama muslim,” katanya.
“Mungkin belajar dari dasar seperti mereka sudah tidak terkejar bagi kita. Segala alasan kesibukan untuk memenuhi kewajiban sebagai orang tua. Meski tidak ada kata terlambat dalam belajar, penting menghapal Al-Quran, namun jauh lebih penting mengamalkan ayat Al-Quran bagi kita dalam bahtera kehidupan ini,” ungkapnya.
Semua yang terlibat dalam acara Abah Ruskawan terpesona. Termasuk Ketua Barikade 98 Sukabumi Siti Maymunah yang hadir dalam acara tersebut.
Dua orang penghafal Al quran mahasiswa STH Pasundan mendapat support dari Siti yang aktif dalam kegiatan sosial.
Suasana ruangan diskusi menjadi haru biru atas tanggapan dan ungkapan para peserta. Lantunan ayat Al quran yang dibacakan dua mahasiswa STH Pasundan itu mengalirkan energi memenuhi ruangan. Membangkitkan semangat baru, satu makna menjaga memelihara ayat-ayat Allah.
Uasai acara live show diskusi terbatas, Aam dan Abah Ruskawan serius berdiskusi untuk menyelenggarakan acara pertemuan Kabuyutan Nusantara. Rencananya semua tokoh nusantara akan diundang.
“Mengutip kalimat Abah Ruskawan, jagat kudu diruat, daerah kudu dirajah agar mendapat berkah. Buhun kadu jadi bahan. Pertemuan Kabuyutan Nusantara rencana akan di gelar di Sukabumi sebagai tempat pusaka bumi,” katanya.
Paling tidak acara ini papar Aam, untuk mengingatkan para tokoh bangsa agar jangan melupakan pesan para karuhun, buyut, bahkan raja-raja nusantara yang telah rela menyerahkan segalanya untuk berdirinya negara.
“Mudah mudahan menjadi energi kesadaran untuk menjaga kabuyutan yang di dalamnya termasuk sumber alam sebagai sumber kehidupan. Maha suci Allah yang telah menciptakan alam dengan seimbang. Maka kita wajib memeliharanya, agar bumi lestari,” pungkas Aam yang diamini semua yang hadir.(***)






