LINGKARPENA.ID – Kabuyutan (berasal dari bahasa Sunda: Uyut) adalah tempat suci dan tempat mempelajari ilmu keagamaan dalam agama Sunda dan dipimpin oleh seorang Resi Guru.
Dalam prespektif lain kabuyutan juga sering dimaknai sebagai tempat keramat sebagai sumber hidup dan penghidupan.
Namun faktanya hari ini istilah kabuyutan atau istilah keramat hanya tinggal istilah keluar dari falsafah. Kabuyutan dan karamat hanya dijadikan tontonan bukan lagi tuntunan.
Rusaknya tata nilai dan alam semesta ini penyebabnya adalah keangkuhan penghuni jaman kekinian.
Menganggap tabu kabuyutan dan kekaramatan, bahkan dicap melanggar syariat. Maka tak heran jika leuweung hideung tinggal tine’ng (Sunda – red: Hutan rimba tinggal cerita). Mata air tinggal air mata. Seperti mata air, diskusi kabuyutan mengalir setelah acara live show chanel youtobe Ketua Komda II Paguyuban Pasundan Abah Ruskawan dengan Penasehat Barikade 98 Sukabumi Aam Abdulsalam, Sabtu (08/01/2022) kemarin.
Terlebih, live show yang digelar di Kampus STH Pasundan tersebut bertajuk tentang keterkaitan Sunda dengan tatanan nilai Islam dengan menghadirkan penghafal ayat quran binaan Abah Ruskawan. Karenanya itu menjadi asbabul nujul yang membuka pemikiran untuk menyelamatkan kabuyutan.
Diawali dengan lantunan surat yang dilafalkan oleh hafidza Salbila Rahmatanis Natani, nampak bergelinang air mata khidmat Abdulsalam tunduk terharu mendengarkan, pada acara tersebut.
Pun demikian sambung ayat yang dilakukan hafidz Rahmat Sah manambah kobaran semangat Aam sapaan akrab Abduslam untuk melakukan sebuah revolusi membangkitkan Kabuyutan Nusantara.
“Jujur saya terharu mendengar lantunan ayat yang dibacakan neng Salbila. Ia salah seorang perempuan yang dijadikan Allah sebagai pemelihara ayat. Saya bangga padanya. Saya sendiri di rumah belum bisa menerapkan Al-Quran sebagai bacaan wajib bagi keluarga,” ungkap Aam saat diminta komentar Abah yang memandu acara itu.
“Selain ayat tersurat, ada juga surat yang tersirat di jagat alam ini untuk kita baca dan maknai dalam kehidupan, juga harus kita jaga. Menjaga dan memelihara alam adalah memelihara ayat Allah.” Sambung Aam meledakan ungkapan jiwanya.






