Momen Bersejarah: Perang Dingin 10 Tahun Mencair di Mapolres Sukabumi

FOTO: Sejumlah tokoh Pajampangan saat melakukan islah ikrar damai di Polres Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Lima tokoh Pajampangan yang “Perang Dingin” selama 10 tahun sepakat untuk berdamai. Kelima tokoh tersebut, H. Isep Dadang Sukmana, Firman, Yudi Pratama, Aang Kodir dan Rusdi. Momen bersejarah itu dilakukan di Mapolres Sukabumi, pada Selasa, 21 Mei 2024.

Rentang waktu 10 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Dan “Perang dingin” pun itu ahirnya mencair. Momen bersejarah bagi warga Pajampangan itu terwujud berkat peran serta semua pihak, termasuk tokoh sentral di jajaran kepolisian Polres Sukabumi, yakni Kapolres Sukabumi AKBP Tony Prasetyo, melalui (Kaur Bin Ops) KBO Iptu Ruskan Hermawan.

Perdamaian yang bersejarah ini pun tak luput dari sejumlah tokoh lain yang berperan serta. Salah satunya tokoh Pajampangan, Hendra Permana, turut andil didalamnya.

Informasi didapat, H. Isep Dadang Sukmana yang juga selaku Ketua Umum Yayasan Forum Silaturahmi Barisan Benteng Pajampangan ( YFSBBP ) konon ada permasalahan pribadi dengan ke empat tokoh Pajampanga, yaitu; Ustad Aang Qodir, Ustad Firman, Rusdi dan Yudi Permana alias Si Peci Merah. Konflik itu mencuat pada tahun 2014 silam.

Baca juga:  Polres Sukabumi Gagalkan Perang Sarung di Simpenan, Belasan Remaja Digelandang

“Ya setahu saya, permasalahan ini sudah lebih dari 10 tahun. Itu terjadi sebuah kegiatan yang melibatkan beberapa pihak, sehingga terjadi permasalahan itu,” kenang Hendra Permana.

Untuk kemajuan Pajampangan kedepan kondisi itu jelas akan menjadi sebuah kendala. Dan atas kerendahan hati ke lima tokoh Pajampangan ahirnya “perseteruan” diantara mereka mencair.

Dihadapan aparat kepolisian dan para tokoh Pajampangan lainnya, termasuk Hendra Permana yang juga Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan ( JTM ), mereka menyatakan sepakat untuk berdamai (islah) demi kemajuan Pajampangan.

“Hari ini saya melihat bagaimana Tokoh Jampang, seperti Haji Isep Dadang Sukmana, Kang Firman, Ustadz Aang Qodir, H Yudi, bisa sama-sama saling memahami kesalahan dan juga permasalahan yang ada, sehingga terjadi pertemuan untuk saling memafkan,” kata Hendra.

“Saya kira ini adalah hikmah yang luar biasa, mudah-mudahan ini bisa menjadi bermanfaat dan sangat bermakna, untuk kemajuan Jampang,” Imbuh Ketum JTM.

Baca juga:  Kecamatan Kabandungan Dikepung Longsor

Dijelaskan Hendra, kebesaran para tokoh Pajampangan ini patut di syukuri, sehingga permasalahan ini bisa diselesaikan secara damai.

“Polres adalah salah satu alat penegak hukum. Tetapi ternyata memberikan kesempatan kepada kita untuk menyelesaikan masalah ini dengan Restorative Justice (RJ). Ini sangat luar biasa,” jelas Ketum Jampang Tandang Makalangan.

Hendra memuji dan mengapresiasi Polres Sukabumi dibawah kepemimpinan AKBP Tony Prasetyo yang telah menjembatani permasalahan yang terjadi.

“Jelas kami sangat mengapresiasi Polres Sukabumi. Kami harap kegiatan penanganan seperti ini bisa terus berlangsung sehingga masyarakat bisa terayomi dengan baik,” ungkap Hendra.

Sementara itu Ketum YFSBBP H. Isep Dadang Sukmana mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Sukabumi AKBP Toni prasetyo atas waktu dan tempatnya sehingga pertemuan bisa dilaksanakan dengan baik.

H Isep Dadang Sukmana saat mendatangani kesepakatan ikrar damai di Polres Sukabumi.| Istimewa

“Ini sebagai pemecah records. juga buat KBO bapak Ruskan Hermawan ini sangat luar biasa,” kata Ketum YFSBBP ini dengan khas ketawanya.

Menurut H. Isep, permasalahan yang hampir 10 tahun lamanya bisa diselesaikan dengan singkat. Tak heran jika dirinya tak henti memberi apresiasi kepada jajaran kepolisian Polres Sukabumi itu.

Baca juga:  Ponakan Habisi Paman di Sukabumi, Ini Motifnya

“Ya, hampir 10 tahun masalah ini. Alhamdulillah permasalahan bisa diselesaikan dengan spontan dan dalam waktu beberapa hari, tidak berbulan bulan, apalagi memakan waktu sampai bertahun tahun,” singkat Direktur Hotel Mahesa Jampang ini.

Di tempat yang sama, Yudi Purnama atau berjuluk Si Peci Merah Ti Jampang saat dimintai pendapat awak media menuturkan, bahwa telah dilakukan musyawarah dengan hasil yang mufakat. Itu dilakukan untuk ikrar bersama demi kemajuan Pajampangan kedepan yang lebih baik lagi.

“Hari ini kami musyawarah dengan hasil yang mufakat. Kami dari perguruan Sapu Jagat dan YFSBBP juga Jampang Tandang Makalangan, serta saudara kami Firman mantan Ketua Gempa, tokoh kami Aang Abdul Qodir, kita sepakat berdamai untuk bersama sama demi Pajampangan kedepan lebih maju. ‘Ngahiji urang Jampang babatengan‘ dan diakhiri kalimat Takbir,” pungkas Si Peci Merah.

Pos terkait