Museum Keliling Budpora Kabupaten Sukabumi Kenalkan Sejarah Perjuangan

Disbudpora Kabupaten Sukabumi saat memperkenalkan sejarah.|istimewa

LINGKARPENA.ID | Perkenalkan sejarah kepada para generasi muda, Disbudpora (Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Sukabumi terus lakukan sosialisasi museum keliling. Upaya tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas program yang telah lama bergulir dilaksanakan Disbudpora Kabupaten Sukabumi salah satu di SMK Gentra Pasundan yang berlokasi di Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpora Kabupaten Sukabumi Yanti Irianti mengatakan, saat ini museum keliling dilakukan ke sekolah sekolah yang ada di kabupaten Sukabumi baik tingkat dasar, menengah maupun tingkat atas sebagai edukasi kesejarahan perjuangan Bojongkokosan.

“Karena mungkin banyak maysarakat yang belum tahu, tentang sejarah tersebut apalagi generasi mudanya, jadi dalam rangka upaya mengedukasi masyarakat dan anak anak sekolah selaku generasi penerus,” ujarnya kepada wartawan. Senin, (19/06/2023).

Baca juga:  Paguyuban LMDH Dikukuhkan, Fokus Lestarikan Hutan Desa

Menurut Yanti, hal itu untuk memperkenalkan sejarah perjuangan tidak hanya Bojongkokosan di Kabupaten Sukabumi, namun semua lokasi bersejarah perjuangan melawan penjajah yang semuanya telah tersimpan di museum Palagan.

“Nah museum ini kan adanya di Parungkuda, ada sebagian masyarakat, anak sekolah yang belum bisa mengakses ke sana karena lokasinya yang jauh makanya kita berkeliling,” jelasnya.

Adapun program museum keliling tersebut kata Yanti lagi sudah bergulir sejak tahun 2020 dan saat ini mulai terus digencarkan, dengan tahun 2023 sasaran sekolah sebangak 10 sekolah tingkat atas yang dikunjunginya bersama tim dari Disbudpora bidang kebudayaan.

Baca juga:  Minimalisir TPPO di Sukabumi, BP2MI Gandeng FDSI Gelar Sosialisasi

“Termasuk juga kegiatan kegiatan di masyarakat, kedepan tentunya kita tidak bisa mengakomodir secara keseluruhan, karena memang di kami juga ada program – program yang memang harus dilaksanakan ditempat, mudah mudahan ditahun depan bisa meningkat lagi,” terangnya.

Yanti berharap, dengan semakin gencarnya program museum keliling dilaksanakan kedepan para generasi penerus bangsa dapat lebih mencintai budaya, karena sejarah bagian dari kebudayaan, tidak hanya itu juga bagaimana anak anak dapat meningkatkan karakter kebangsaannya, mencinta tanah airnya.

“Nah itu mudah – mudahan melalui edukasi – edukasi di museum Palagan harapannya generasi muda kita akan lebih berkualitas lagi dan bisa bermanfaat untuk masyarakat untuk negaranya,” ucapnya.

Baca juga:  Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Laut Ujunggenteng

Masih kata Yanti, dengan adanya program museum keliling tersebut, tujuan literasi lain yang ingin dicapai yakni dengan mengetahui sejarah ini tentunya anak muda bisa mengetahui kondisi perjuangan para pahlawan yang telah berjuang menumpahkan darahnya untuk meraih kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.

“Anak anak muda muda ketika mengisinya masa iya dengan tawuran, generasi yang dulu memperjuangkan kemerdekaan mau berjuang sekuat tenaga, masa anak anak muda yang tinggal menikamati kemerdekaannya melakukan tawuran. Untuk diketahui juga di museum Palagan banyak melakukan kegiatan kegiatan yang sifatnya kreativitas dan inovasi, jadi anak – anak diarahkan untuk meningkatkan kreativitasnya dikegiatan belajar bersama, ada nanti diprogram selanjutnya akan lebih kita tingkatkan lagi,” tandasnya.

Pos terkait