“Ngabungbang” Kegiatan Rutin Malam 14 Mulud di Padepokan Munding Wangi Surade

Dikatakannya, dalam setiap tahunnya di Padepokan Munding Wangi tidak kurang dari 100 orang. Malam 14 Mulud menjadi penantian bagi sebagian murid di Padepokan Munding Wangi itu.

“Aa hanya membantu saja. Para alumni Padepokan banyak yang minta meski harus ada ngabungbang,” terangnya.

Pelaksanaan ngabungbang sendiri biasanya dilaksanakan setelah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di laksanakan di Padepokan Munding Wangi itu.

Baca juga:  Santri Ponpes Nurul Ikhlas Surade Siap Tani, Wabup Iyos: Serahkan Bibit Talas Beneng
Baca juga:
Walikota Hadiri Maulid Nabi di Masjid Al-Muttaqin Kadulawang, Ini Pesan Fahmi

Maulid Nabi dilaksanakan di Padepokan Munding Wangi selama dua hari dua malam. Perayaan dimulai dari tanggal 12 Rabi’ul awal ‘Mulud’ hingga di akhir malam 14 dengan kegiatan ngabungbang.

Murid Padepokan beserta jemaah ngabungbang lainnya tidak cuma dari warga Surade Sukabumi saja. Mereka ada yang dari Banten, Bogor, Tasikmalaya, Ciamis dan sebagian wilayah di Jawa Barat.

Baca juga:  Gagahi Anak Dibawah Umur, Dua Pria Asal Surade Sukabumi Terancam 15 Tahun Penjara

“Bagi mereka yang meyakini soal ngabungbang, setiap tahun selalu datang dan turut serta. Ya, ini soal keyakinan masalah ngabungbang. Tujuannya baik, mandi kan, membersihkan badan kita bukan lain-lain,” tambah Aa Soleh, sambil tertawa.

 

Redaksi: Lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait