LINGKARPENA.ID | Destinasi wisata alam hadir menambah pesona kawasan Geopark Ciletuh–Palabuhanratu. Obyek Wisata Pantai Cempaka Ratu, yang berlokasi di Kampung Cempaka Ratu, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, kini menjadi magnet baru bagi wisatawan yang mencari ketenangan.
Selain memiliki panorama yang alami, di lokasi ini para pengunjung atau wisatawan yang datang dapat menikmati sensasi matahari terbenam (sunset) tanpa gangguan hiruk pikuk.
Konon Pantai CR (Cempaka Ratu) ini menurut penuturan cerita orang pintar (ahli spiritual) merupakan tempat persingahan dan pertemuan para Wali Songgo.
Lokasinya hanya brrjarak sekitar 300 meter dari jalan nasional Palabuhanratu–Cisolok. Area wisata ini sangat mudah dijangkau. Begitu memasuki kawasan, pengunjung langsung disambut panorama pantai yang asri. Dengan gugusan bebatuan karang alami yang tertata rapi, serta rindangnya pepohonan pandan, menambah kesejukan suasana di lokasi pantai CR ini.
Pencetus sekaligus pengelola Pantai Cempaka Ratu, Junajah Jajah Nurdiansyah, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, mengungkapkan, pembangunan kawasan wisata ini merupakan bagian dari cita-citanya. Lokasi wisata CR dapat menghadirkan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi alam lokal.
“Area seluas sekitar 4 hektare ini hampir 50 tahun terbengkalai. Saya ingin menjadikannya sarana pemberdayaan masyarakat, sekaligus destinasi yang memberi manfaat ekonomi tanpa menghilangkan kearifan lokal,” ungkapnya kepada awak media pada Rabu (10/12/2025).
Selain menghadirkan kealamian pantai, pihaknya juga berencana membangun Wajah Natural Area serta pusat UMKM ‘Istana Kerupuk’ yang menghadirkan kerupuk ikan dan produk khas Cisolok–Cikakak lainnya.
Junajah juga menanam sekitar 180 pohon pandan serta ratusan bibit tambahan untuk memperkuat karakter natural kawasan tersebut.
Pengunjung dapat menikmati seluruh area wisata dengan tarif tiket masuk juga parkir yang sangat terjangkau, yakni Rp 10.000 untuk tiket masuk untuk roda empat dan Rp 5.000 untuk karcis parkir roda dua. Di dalam area juga tersedia gazebo seharga Rp 20.000, dilengkapi spot foto bebatuan asli, hingga akses menikmati sunset yang menjadi favorit wisatawan.
Selama sembilan bulan beroperasi, pengelola berkomitmen mempertahankan kearifan lokal dengan tidak menghadirkan musik di area pantai sesuai amanat tokoh masyarakat. Konsep ketenangan alam dan kenyamanan keluarga menjadi prioritas utama.
“Konsep saya sederhana: dari yang tidak ada, diusahakan menjadi ada, selama manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ujar Junajah.
Dari tingginya minat pengunjung, pendapatan UMKM di kawasan tersebut bahkan dapat mencapai Rp 5 juta per minggu, termasuk penjualan kelapa dengan harga Rp 10.000 (kecil) dan Rp 12.000 (besar).
Warga setempat meyakini bahwa kawasan Pantai Cempaka Ratu merupakan petilasan wali, yang menambah daya tarik spiritual serta rasa hormat pengunjung terhadap lokasi. Pengelola juga menegaskan adanya larangan berenang demi keselamatan, mengingat karakteristik ombak yang cukup kuat.
Lestian, salah seorang pengunjung yang datang bersama rekannya, mengaku terkesan dengan suasana pantai yang alami.
“Baru dua kali ke sini, tapi merasa nyaman banget. Tempatnya tenang, bersih, dan sunset-nya indah sekali. Cocok buat refreshing,” singkatnya.






