Pekerja Migran Asal Cianjur Dirawat di Abu Dhabi, Diduga Jadi Korban Kekerasan Majikan

LINGKARPENA.ID | Sebuah video berdurasi 3 menit 23 detik yang diunggah akun Facebook Nayla Arsyad menyita perhatian warganet. Video tersebut memperlihatkan seorang pekerja migran perempuan asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah terbaring lemah dan menjalani perawatan di Rashid Hospital, tepatnya di unit Emergency + Trauma, Abu Dhabi.

 

Dari hasil penelusuran, pekerja migran tersebut diketahui bernama Dewi (37), warga Kampung Ciaranji, Desa Wangunjaya, Kecamatan Argabinta, Kabupaten Cianjur. Dewi diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh majikannya di negara tempatnya bekerja.

 

Pemilik akun Facebook Nayla Arsyad, Yani (34), saat dihubungi lingkarpena.id pada Senin (23/2/2026) malam, menjelaskan bahwa dirinya memperoleh informasi dan rekaman video tersebut dari seorang rekannya sesama warga Jawa Barat yang kebetulan berada di rumah sakit yang sama.

Baca juga:  Hujan Deras Mengakibatkan Tanggul Penahan Tanah Jebol, di Perum Gardenia Subangjaya

 

“Saya mendapat informasi dan video tersebut dari teman saya yang kebetulan hari itu sedang mendampingi majikannya yang dirawat di rumah sakit tersebut. Kebetulan majikan teman saya satu ruangan dengan Teh Dewi,” ujar Yani.

 

Menurut Yani, berdasarkan cerita yang disampaikan temannya, Dewi mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi selama bekerja. Dalam video yang beredar, terlihat kondisi fisik Dewi memprihatinkan. Bagian mata tampak lebam, sementara kedua kakinya terlihat membiru.

Baca juga:  Rumah di Surade Sukabumi Ludes Terbakar, Ini Penyebabnya

 

“Dari cerita yang saya terima, Teh Dewi bilang dirinya sering mendapat perlakuan kasar. Matanya lebam, dan kedua kakinya membiru. Itu akibat dipukul menggunakan sapu,” tambah Yani.

 

Informasi sementara yang diperoleh menyebutkan bahwa kasus tersebut kini telah ditangani oleh pihak KJRI Dubai. Dugaan sementara, terlapor yang merupakan majikan Dewi juga telah diamankan atau ditangani oleh aparat setempat di Abu Dhabi.

Baca juga:  PMI Asal Jampangtengah Sukabumi, Alami Kekerasan Majikan di Arab Saudi

 

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, lingkarpena.id masih berupaya menghubungi pihak KJRI untuk mendapatkan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut, termasuk kondisi terbaru Dewi dan langkah hukum yang akan ditempuh.

 

Kasus ini kembali menyoroti persoalan perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri, khususnya terkait dugaan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi dari pemberi kerja. Publik pun berharap adanya pendampingan maksimal serta proses hukum yang tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Pos terkait