Perlunya Memberdayakan Media Kecil dan Independen Demi Menjaga Keseimbangan Informasi dan Kedaulatan Negara dari Infiltrasi Asing

Advokat/Pengacara Riky Siregar, SH | Istimewa

Opini Hukum Oleh: Advokat/Pengacara Riky Siregar, SH

LINGKARPENA.ID | Indonesia harus menyadari bahwa banyak negara maju tidak menginginkan kita menjadi kekuatan besar, baik secara ekonomi maupun militer.

 

Mereka mempertahankan pengaruhnya dengan berbagai cara, termasuk melalui infiltrasi informasi yang dilakukan oleh agen-agen asing yang menyusup lewat NGO (Non-Government Organization) dan media mainstream besar.

 

Melalui narasi yang mereka bangun, opini publik dapat diarahkan sesuai kepentingan mereka, yang pada akhirnya bisa melemahkan kedaulatan nasional.

Baca juga:  Program YESS: Gerakan Regenerasi dan Reorientasi Agrikultural Berbasis Partisipasi Masyarakat

 

Sejarah telah membuktikan bagaimana negara-negara Barat menggunakan media dan NGO (Non-Government Organization) sebagai alat propaganda untuk mempengaruhi kebijakan suatu negara. Tanpa pengawasan yang ketat, infiltrasi ini dapat menciptakan ketergantungan ekonomi dan politik yang menguntungkan pihak asing.

 

Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang lebih ketat untuk mengawasi aliran dana asing yang masuk ke NGO dan media besar, agar tidak digunakan untuk kepentingan luar yang dapat membahayakan stabilitas nasional.

Baca juga:  Palestina dan Kita: Normalisasi Zionis? No Way

 

Selain itu, penegakan hukum terhadap individu atau kelompok yang berkolaborasi dengan kepentingan asing harus diperkuat untuk melindungi kedaulatan negara.

 

Di sisi lain, hanya mengandalkan regulasi tanpa strategi informasi yang seimbang juga tidak cukup. Pemerintah harus aktif memberdayakan media kecil dan independen agar wacana yang berkembang tidak hanya dikuasai oleh media besar yang berpotensi terpengaruh oleh kepentingan asing.

Baca juga:  Mantra Pejinak Pemilu

 

Dengan mendukung media yang lebih beragam, masyarakat akan mendapatkan perspektif yang lebih luas dan tidak terjebak dalam narasi tunggal yang bisa merugikan bangsa.

 

Indonesia tidak boleh menjadi sasaran permainan kepentingan asing. Selain pengawasan hukum yang ketat dan intelijen yang kuat, pemberdayaan media kecil dan independen adalah langkah strategis untuk menjaga keseimbangan informasi serta melindungi kedaulatan negara dari pengaruh luar.

Pos terkait