PJU di Kawasan Ujunggenteng Mati Total, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaannya

Lingkarpena.id, Sukabumi – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan menuju destinasi wisata Ujunggenteng mati total. Hal itu, membuat tidak nyaman bagi warga sekitar maupun pengguna jalan lainnya.

PJU yang tidak berfungsi antara lain, jalur Kalapa Condong dan jalur Provinsi hingga Tempat Pelelangan Ikan, padahal pemasangan lampu PJU belum begitu lama dioperasikan.

Baca juga:   Viral! Perahu Nelayan Terbakar di Perbatasan Laut Sukabumi-Cianjur, Ini Penjelasan HNSI dan Polisi Air Ujung Genteng

Baca juga:  Sebuah Rumah Ambruk di Jampangkulon Sukabumi, Inilah Penyebabnya!

“Jalur Kalapa Condong ada 11 titik. Itu sub anggaran APBD II dari Dinas Pariwisata. Kegiatan pertama 5 titik, tahap kedua 6 titik. Anehnya cuma bisa dirasakan 1 bulan manfaatnya,” kata Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep JK kepada lingkarpena.id, Kamis (20/5/2021).

Selain itu, lampu penerangan jalan di Jalan Provinsi pun tinggal 3 titik yang masih menyala. Diketahui, pada saat itu pemasangan lampu sekitar 30 titik yang dilakukan pihak Dishub Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Dua Pembobol Toko Handphone Asal Cianjur, Dibekuk Satuan Unit Reskrim Sagaranten 

“Memang untuk pemasangan lampu PJU di Jalan Provinsi anggaran tahun 2020. Namun, jika berbicara kualitas masa iya belom 1 tahun sudah pada mati,” tegasnya.

Baca juga:   Pantai Ujunggenteng Ditutup Sementara, Petugas Siap Bubarkan Wisatawan yang Datang

Dikatakan Asep JK, pihak dinas terkait harusnya memperhatikan fasilitas yang sudah ada. Terutama bidang pemeliharaan PJU harus sigap atas titik dan lokasi dimana ada lampu yang tidak berfungsi.

Baca juga:  Cegah Omicron dan Percepat Kekebalan Komunal, BIN Jabar: Genjot Vaksinasi di Kabupaten Sukabumi

“Hampir bersamaan, lampu suar yang 3 titik di lokasi nelayan semuanya mati. Sudah kita sampaikan ke Dishub, alasannya tidak ada anggaran karena Covid-19 terpangkas semua anggaran,” sambung Sudiar Efendi, Ketua BPD Desa Ujunggenteng.

 

 

Reporter: Akoy Khoerudin

Redaktur: Dharmawan Hadi

Pos terkait