Polisi Bongkar Kuburan Korban Perundungan Bocah SD di Sukabumi

Petugas saat berada di pemakaman umum untuk melakukan ekshumasi kuburan korban bocah SD di Kabupaten Sukabumi.| Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Kubururan kasus korban dugaan perundungan atau pengeroyokan oleh Kaka kelasnya yang menewaskan MHD (9) bocah SD di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi setelah 11 hari di (Ekshumasi) atau dilakukan pembongkaran, Rabu (31/05/2023).

Dari informasi yang dihimpun, sekira pukul 09.30 WIB petugas Polsek Sukaraja dan Polres Sukabumi Kota serta tim inafis dan dokter forensik dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin SH Kota Sukabumi, tiba di lokasi pemakaman umum. Petugas melakukan ekshumasi guna memastikan penyebab kematian korban. Selain itu, proses ekshumasi juga sempat menjadi tontonan warga sekitar.

Kuasa Hukum Korban, Rolan Benyamin Pardamean Hutabarat mengatakan, ekshumasi ini dilakukan setelah pihak keluarga korban mendatangi Firma Hukum Mangunsong dan Partner untuk meminta pendampingan hukum pasca tiga hari kematian korban.

Baca juga:  Srikandi Pengayoman Lapas Warungkiara Wisuda Purna Bakti

“Ekshumasi ini, kita tekankan pada pihak penyidik sudah dapat izin, memang sebenarnya ekshumasi tidak membutuhkan izin ya, penyelidikan dan penyidikan,” kata Rolan wartawan.

Rolan menjelaskan, pelaksanaan ekshumasi dapat terlaksana saat ini, berkat koordinasi kuasa hukum dengan penyidik Polres Sukabumi Kota.

“Hari ini sudah dilakukan pengangkatan, tujuannya adalah kita ingin mengungkap penyebab kematian yang sebenarnya. Karena kematian ini kita anggap tidak wajar,” bebernya.

Sebelum meninggal dunia, sambung Rolan, terdapat keterangan-keterangan dari korban yang menyebutkan secara lisan terjadinya indikasi pemukulan atau pengeroyokan sampai akhirnya sempat dirawat dan meninggal dunia di rumah sakit.

Baca juga:  Wabup Iyos Hadiri Rakor Lintas Sektoral Pengamanan Pemilu 2024 di Wilkum Polres Sukabumi Kota

“Hasil visum nanti kita akan koordinasi dengan penyidik. Kita tunggu hasilnya ekshumasi saja,” ungkapnya.

Masih kata dia, Indikasinya memang tidak wajar, karena keterangan dari pihak keluarga korban, dimana dia mengatakan bahwasanya almarhum pernah berkata seperti itu, dia pernah terjadi pengeroyokan. Itu yang memastikan kepada pihak penyidik, Tugas kepolisian.

“Tugas kuasa hukum hanya melakukan pendampingan keluarga korban untuk mengungkap kebenaran, keadilan. Dalam hal ini salah satu caranya, melakukan ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematian yang sebenarnya. Kita tidak mahu menduga-duga dulu. Kita mendampingi dan mengwal kasus ini dengan baik sesuai koridor hukum yang berlaku,” jelasnya.

Baca juga:  Polres Sukabumi Kota Beri Bantuan Warga Korban Kebakaran

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban yang mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit, korban ini memiliki penyakit tetanus. Hasil dari keterangan tersebut, Akan di compare oleh kuasa hukum korban untuk ditindak lanjuti dengan pihak penyidik Polres Sukabumi Kota.

“Kalau untuk riwayat penyakit, korban ini tidak memiliki penyakit. Nah, itu berdasarkan keterangan keluarga korban. Sedangkan, pengakuan dari keluarga korban yang diterima dari pihak rumah sakit, bahwa korban itu memiliki tetanus,”tambahnya.

“Takutnya melebar nanti tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Dalam hal ini, kami mengkorek terus keterangan dari keluarga korban dan disampaikan ke pihak penyidik,” pungkasnya.

Pos terkait