Pria Tewas Gantungdiri di Sukabumi, Diduga Ini Penyebabnya

LINGKARPENA.ID | Entah apa yang ada di pikiran lelaki berinisial S ( 49 ), warga Kampung Siluman RT 003/005 Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi ini.

Pria tersebut pada hari Senin, 1 Juli 2024 ditemukan tewas. Diduga korban gantung diri di rumah keponakannya di Kampung Karyatani RT 06/02, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Kapolsek Ciracap Polres Sukabumi  Iptu  H. Dudung A. Jamin, SH, S.M, MH, mmbenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut Kapolsek, berawal dari seorang saksi bernama Nasir (55) sekira pukul 07.00 WIB ia masuk ke dalam rumah dengan tujuan memadamkan lampu.

Baca juga:  Masjid di Jampangtengah Sukabumi Terendam Banjir

“Tiba tiba saksi melihat korban dalam posisi berdiri dan bersandar di dinding dengan seutas tali tambang terikat pada bagaian leher. Kondisi sudah meninggal dunia,” tiru Kapolsek.

Melihat kejadian tersebut kemudian saksi langsung keluar rumah dan teriak meminta pertolongan Warga sekitar. Kemudian saksi menghubungi pihak Desa dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Ciracap.

“Sekira pukul 09.25 WIB korban berhasil dievakuasi kemudian dilakukan pemulasaraan Jenazah,” jelasnya.

Baca juga:  Cara Camat Purabaya Selamatkan Bumil di Tengah Pandemi

Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Ciracap tidak ditemukan bekas adanya luka kekerasan pada tubuh korban. Selain itu pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum at revertum serta menerima kejadian tersebut sebagai musibah/takdir.

Informasi dihimpun, sebelumnya korban pernah tinggal dan bekerja di Bekasi. Kemudian setelah mempunyai penyakit lalu korban pulang dan tinggal dirumah saurdaranya ( Anak dari Kakak korban) di Kampung Karyatani RT 06/02 Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Banjir dan Longsor Akibat Meluapnya Kali Gunung Butak di Palabuhanratu Sukabumi 

Diketahui melalii rekam medis korban tersebut mempunyai riwayat sakit strooke sudah hampir 6 bulan lamanya.

“Korban adalah asli warga Desa Pangumbahan. Namun merantau ke Bekasi sehingga masih memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Bekasi,” terang Kapolsek.

“Ya, sekitar lima atau enam bulan lalu korban pulang ke alamat asal yakni ke rumah kakaknya. Dan S ini (korban)  baru berpisah dengan istrinya sekitar empat bulan ke belakang, ” sambung Kasman, warga sekitar kepada awak media.

Pos terkait