Produksi Tepung Krosok di Desa Girijaya Capai 5 Ton Perhari

Dari usahanya itu, ia berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak tujuh orang dan pekerja tersebut semuanya berasal dari warga sekitar.

“Biasanya untuk upah harian dan besarannya bervariatif tergantung dari pemilik usaha. Ada yang Rp40 ribu – Rp45 ribu seharinya dan untuk pekerja di tempat ini sebesar Rp50 ribu satu harinya,” jelasnya.

Baca juga:  Ribuan Warga Ramaikan Kemeriahan Pesta Rakyat untuk Indonesia Maju Rai Hergun

Menurutnya, saat ini desa sudah memiliki mesin penghalus tepung tapioka dan rencananya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun sayangnya pengolahan tepung tapioka tersebut masih belum berjalan hingga saat ini.

“Kalau nanti pabrik itu berjalan, kami akan menjual tepung krosok kami ke BUMDes, tetapi pembayarannya harus tunai. Mungkin saat ini desa masih terkendala permodalan makanya pabrik tepung tapioka tersebut belum berjalan hingga saat ini,” pungkasnya.

Baca juga:  Dislutkan Dukung Pelaku UMKM Keluar dari Tekanan Krisis Pandemi Covid-19, Ini Solusinya! 

Baca juga: Tangkal Bank Emok, BUMDes Citanglar Beri Modal 45 UKM

Reporter : Wafik Hidayat
Redaktur : Garis Nurbogarullah

https://www.instagram.com/p/CGHpDqjD5ob/?igshid=1vgkn06fwfekj

Pos terkait