Rakor Satgas Konservasi Bahas Penghentian Area Tambang dan Bahas Status Hutan Paska Bencana

LINGKARPENA.ID | Rakor satuan tugas konservasi sumber daya alam kabupaten sukabumi membahas pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dalam menjaga kesinambungan serta meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya guna tidak menjadi petaka bencana alam

Turut hadir dalam rakor diantaranya DLH bersama perangkat daerah kabupaten sukabumi, Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Wil.III Sukabumi, Cabang Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Wil. I Cianjur-Sukabumi,UPTD PSDA Cisadea-Cibareno Provinsi Jawa Barat, BKSDA Bogor, TNGHS, TNGP dan Perum Perhutani KPH Sukabumi.

Termasuk hadir pula dari lembaga penggiat lingkungan diantaranya Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGG),FK Daerah Aliran Sungai,Walhi Kabupaten Sukabumi ,Komisi Irigasi Kabupaten Sukabumi ,FKPPLH, FKPLH, PAKSI EXTRAS,LSM Dampal Jurig, Himma Pilihan,Kaki Daun ,Absolute Indonesia -Sukabumi ,LSM Sehati ,Yayasan Bumi Karuhun Kadudampit.

Baca juga:  Tingkatkan Kapasitas, 50 Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Ikuti Bimtek di Kota Bandung

Salah satu pemateri dalam rakor,Dadang Hermawan yang pernah menjabat di Walhi Jabar, Forum Komunikasi Kader Konservasi Jawa Barat. Forum komunikasi kader konservasi jawa barat (FK3i Jabar) ,Ketua Paguyuban Sunda Kiwari.

Selepas kegiatan,dadang dipinta tanggapan mengatakan rakor satgas konservasi sumber daya alam adalah dalam wujud terbentuknya sinergi pentahelix yang bisa menjadikan solusi ,lalu jangan saling menyalahkan.

 

” Harapan selanjutnya harus ada realisasi tindak lanjut konkret ,jangan hanya cuma diskusi saja, setelahnya tidak searah dengan maksud tujuan awal, ” Ungkapnya,kamis (19/12/2024).

Baca juga:  Budi Azhar Mutawali Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua IPSI Kabupaten Sukabumi   

Merujuk terjadinya bencana alam di wilayah kabupaten sukabumi, Ia katakan, faktanya bahwa di daerah catchment area atau daerah serapan air memang banyak perubahan vegetasi atau perubahan tata guna ruangnya sudah terlalu ekstrim berantakan.

” Nah untuk menanggulangi hal tersebut diperlukan keseriusan eksekutif dari pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat ,termasuk legislatif dari DPRD kabupaten, provinsi dan perwakilan di DPR-RI, ” Urai Dadang di hotel sukabumi indah.

Baca juga:  Disdagin Dorong Eksportir Bebebrapa Komoditi Ada di Kabupaten Dukabumi

Seiring tanggap darurat bencana selama dua minggu sampai selasa (17/12), mantan stafsus Wagub Jabar era Deddy Mizwar menekankan ,

hal ini harus jadi perhatian mereka, bahwa kejadian bencana ini fenomenal. Kemudian menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat

” Harapan dari rakor terbentuk dapat tercipta sebuah gagasan tindak lanjut yang konkret dan solutif yang melibatkan berbagai pihak, harapan terpenting lainnya adalah hentikan pertambangan lalu status hutan di perhutani dari produksi dinaikkan menjadi hutan lindung supaya musibah bencana yang kemarin tidak kembali terulang, ” papar dadang.

Pos terkait