LINGKARPENA.ID | Ketua III DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Ramzi Akbar Yusuf, mendorong anak muda untuk berperan aktif dalam berpolitik, bukan hanya menyumbangkan suara saja.
“Harapan saya adalah mendorong anak muda tapi bukan hanya mendorong untuk memilih tapi bagaimana untuk mendengarkan aspirasi-aspirasinya, karena kita jangan sampai jenuh itu diperas sususnya diminum sama orang lain, tapi harus diambil suaranya tapi juga harus didengarkan suara-suaranya,” kata Ramzi, (29/9/2024).
Saat ini menurut Ramzi, menjadi salah satu pimpinan DPRD termuda di Indonesia, jabatan itu ia emban di usianya yang baru menginjak 29 tahun. Ia beserta timnya saat ini tengah menggodok program-program yang bisa memunculkan potensi anak muda.
“Saya berfikir kalau anak muda harus dibawa kemana itu bukan menurut versi saya, tapi anak muda ingin seperti apa nanti kita buatkan program dan saya pribadi sudah membuat tim bagaimana cara mendengarnya. Misalkan daerah ini ingin seperti ini yaudah kita dorong tapi ke hal-hal yang lebih positif,” lanjut Ramzi.
Bidang olahraga dan ekonomi kreatif menjadi hal yang ditekankan Ramzi untuk menumbuhan potensi anak muda. Ia menegaskan hal itu berkaca dari aspirasi-aspirasi yang ia terima.
“Salah satunya adalah membuat lapangan olahraga, seperti yang kita tahu lapangan olahraga ini sudah tergeser tidak ada, kebanyakan lapangan olahraga ini kita lebih banyak sewa seperti mini soccer, futsal, ingin kepada yang umum untuk olahraga,” kata Ramzi.
“ Ya lebih seneng mendengarkan dulu pemudanya ingin seperti apa baru kita angkat menjadi program, bukan menurut versi saya. Karena anak muda sekarang mah gabisa diatur harus kumaha barudak, baru saya bikin program,” lanjutnya.
Lebih lanjut ontoh program lain di bidang olahraga selain pengadaan sarana dan prasarana yaitu mengadakan event berjenjang setiap tahunnya.
“Harapan anak muda itu program ini berjenjang misalkan tahun sekarang ada tahun depan juga ada, jadi bukan hanya sekali beres. Kita dengan tim merumuskan seperti itu dan kita coba combine dengan pemerintah bisa atau tidak,” ujarnya.
Ramzi juga menyinggug soal lapangan pekerjaan yang saat ini menjadi masalah kompleks di kalangan anak muda. Hal itu dipertegas dengan angka pengangguran di Jawa Barat yang relatif masih tinggi.
“Kalau membuka lapangan pekerjaan secara perusahaan itu tidak mungkin tapi kami mencoba untuk membuat stimulus kepada anak muda lewat pelatihan-pelatihan. Sayangnya pelatihan sekarang itu hanya pelatihan ceremony, pelatihan, dilatih, beres,” tuturnya.
“Saya berfikir bagaimana tahun sekarang udah dua program bagaimana pelatihan dikasih alatnya baru bagaimana marketingnya itu yang berjenjang, jangan sampai pelatihan saja alatnya gak dikasih,” tandasnya.
Lebih lanjut Ramzi mengatakan, dengan berjalannya program-program yang menjadi wadah kreatifitas anak muda akan berdampak pada menurunya angka kriminalitas anak muda yang saat ini masih tinggi.
“Menurut sudut pandang pribadi mereka anak muda ini punya emosi yang di mana emosi itu harus dilampiaskan sekarang itu tidak ada wadah untuk melampiaskannya. Kriminalisasi ini diarahkan ke hal-hal yang berbau olahraga kan,” pungkasnya.**






