RDF PKS Pemkab dengan PT. SCG, Pemdes Sukamulya Cikembar Sambut Baik

Rapat pertemuan pihak perusahaan PT SCG, Pemerintah Desa Sukamulya di DPTR Kabupaten Sukabumi.| Foto: Aris Wanto

LINGKARPENA.ID | Rapat bersama Pemerintah Daerah melauia Dinas Pertanahan dan Tataruang, Dinas Perijinan, Dinas Perhubungan beserta pihak PT. SCG dan Kepala Desa Sukamulya Cikembar menghasilkan kesepakatan bersama. Bertempat di Aula Kantor DPTR Jalan Palabuhan II Cipanengah Lembursitu Kota Sukabumi (26/10/2023).

Kesepakatan bersama tersebut terkait hal Perjanjian Kerjasama antara Pemkab Sukabumi dengan PT. SCG terkait Pengembangan pembagunan Pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF), yang mengunakan tanah HPL Pemda dengan luas lima ribu meter yang berlokasi di Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Laskar Merah Putih Colek Diskominfo dan Persandian Kabupaten Sukabumi, Gelar Audiensi

Dudun Ibrahim Kades Sukamulya Mengatakan pada awak media pihaknya menyambut baik dengan akan dibangunnya RDF di wilayahnya tentu ini bisa memberikan dampak besar pada perputaran ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Dudun memohon pada Bupati ditempat tersebut ada tenaga manusia sekitar dua ratus orang, jangan sampai dipindahkan harus ikut kerja merasakan dampak dari adanya pembagunan pengolahan sampah,” terangnya.

Baca juga:  Kick-off SMAN 1 Jampangkulon Sukabumi, dengan 1276 Vaksin

“Ya untuk dimanusiakan kalau bisa Bupati dan SCG bisa membangun juga rumah susun disitu, untuk tempat tinggal itu harapan saya,” tuturnya.

Andrian Subkor Pertanahan menjelaskan terkait pemanfaatan lahan Pemerintah Kabupaten Sukabumi Hak Pengelolaan Atas Tanah (HPL) No.2 proses kerjasamanya antara SCG dengan Pemda sudah diselesaikan melalui Perjanjian kesepakat bersama (PKS) telah melakukan pembayaran melalui bidang aset.

Baca juga:  Dibawah Gagasan PT SCG dan Dinas Perikanan, Bentuk Kampung Lele

“Lahan itu akan dijadikan tempat pengolahan sampah juga Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) sekaligus tempat pengolahan sampah penganti batu bara dari limbah menjadi ramah lingkungan yaitu briket,” terangnya.

“Ya secara setatus tanah Sudah clean and clear tinggal mereka melakukan kegiatannya saja sudah tidak ada masalah,” pungkasnya.

Pos terkait