LINGKARPENA.ID | Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok sementara waktu ini, dampaknya juga sangat dirasakan oleh para pengusaha rumah makan. Kenaikan harga daging ayam, telur dan cabe sangat berpengaruh sekali pada usaha mereka.
Fuji Alfen (28) salah satu pemilik rumah makan Padang ‘Doa Mintuo’ yang berada Kampung Salamanjah, RT 01/11, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengaku kewalahan.
Apalagi dengan kenaikan beberapa komoditi pada saat ini. Setiap hari ia harus mempersiapkan beberapa bahan yang terus beranjak naik saat ini. Sementara kebutuhan seperti 10 kg cabe, 30 kg daging ayam dan 15 kg telur ayam ini merupakan salah satu bahan penting dalam usaha masakannya.
“Kenaikan beberapa bahan penting untuk saat ini, sangat berpengaruh pada penghasilan. Soalnya, harga menu masakan di sini saya patok dengan harga 10 ribu rupiah untuk satu porsi,” kata Fuji kepada Lingkarpena.id Sabtu, (18/06/2022).
Lanjutnya, untuk saat ini, harga satu porsi nasi padang ‘Doa mintuo’ masih belum ia naikan walaupun harga bahan masakan sudah hampir semua pada naik.
“Saya masih mempertimbangkan untuk menaikanan harga. Ya karena pelangan saya kebanyakan dari para buruh karyawan perusahan yang ada disekitar sini,” ungkap pengusaha muda ini.
Sementara itu, Dewi (25) salah satu pengunjung mengatakan, dari harga dan rasa masakan yang ada di rumah makan Padang ‘Doa Mintuo’ ini sudah sangat bersahabat dengan kantong. Selain itu juga rasanya yang enak di lidah.
“Ya.. saya harap harga masakan padang ini, tetap dipertahankan 10 ribu rupiah untuk satu porsi. Kalau harga naik kami kesulitan cari makan murah,” ujar Dewi mengakhiri sambil tersenyum kecil.






