LINGKARPENA.ID | Sungai Cibening Desa/Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, kerap dianggap penyebab banjir di wilayah tersebut. Sehingga tak ayal menjadi sorotan masyarakat. Kondisi itu langsung ditanggapi Forkopimcam dan gerak cepat turun ke lapangan.
Dikawan tersebut pernah mengalami banjir terparah terjadi pada Februari 2024 lalu. Air Sungai Cibening meluap, hingga merendam pemukiman, lahan pertanian, serta jalan raya.
Kepala Desa Purabaya, Hendi, membenarkan kejadian itu. Bahkan katanya telah dua kali terjadi. Untuk mengantisipasi kejadian serupa telah dilakukan upaya pencegahan, kata dia.
Camat Purabaya, Sri Mulyani saat dikonfirmasi mengatakan, ada beberapa penyebab terjadinya banjir, antara lain adanya penyempitan Sungai Cibening sehingga aliran air meluber.

“Banyak penyebabnya, terutama adanya limbah pohon bambu yang menyumbat sampah sampah kecil. Titik terparah ada di Kampung Lemburtengah, disana terjadi penyempitan, juga sampah rumah tangga,” jelas Sri kepada Lingkar Pena, Sabtu (27/7).
Lebih lanjut kata Sri, pihaknya terus berusaha untuk menangani permasalahan ini. Hanya saja hingga kini ada kendala yang belum terpecahkan, yakni kesulitan untuk membawa alat berat guna dilakukan pengerukan.
“Kami terus mengupayakan Namum terkendala sulitnya membawa alat alat berat ke lokasi, karena sungai tepat berada ditengah pemukiman warga,” terang Sri.
Selain itu kata dia, dalam masalah ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi.
Bahkan telah juga dilakukan giat bersih bersih sungai dengan melibatkan unsur Forkopimcam, pemdes, Relawan, dan warga masyarakat setempat.
“Kami sudah melakukan pembersihan sungai dengan warga, ini diharapkan warga tergerak hatinya dan peduli terhadap lingkungan, terutama mereka mau untuk melakukan pembersihan sungai secara berkelanjutan,” kata Sri.
Dijelaskan Sri, beberapa waktu lalu sempat terjadi banjir parah. Pasca banjir, semua elemen dilibatkan untuk melakukan pembersihan sungai, mensterilkan sungan dari tumpukan sampah.
Hasilnya ketika hujan turun air sungai Cibening tidak meluap dan tidak lagi menyebabkan banjir.
“Hanya saja belakangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi banjir pernah terjadi lagi. Yang menjadi masalah adalah kurangnya kepedulian dan kesadaran warga pada lingkungan. Jadi masalah yang perlu segera dilakukan adalah menciptakan kesadaran masyarakat untuk membersihkan sungai secara berkala,” tandas Sri.
Sri menambahkan pendangkalan sungai terjadi di Kampung Muara Desa Purabaya, yang merupakan hulu sungai, juga dibagian hilir yakni Kampung Baru.
Untuk penanganan itu sambung Sri, memang diperlukan alat berat untuk pengerukan. Karena pada lokasi banyak akar akar pohon (tunggul), seperti tunggul bambu.
Terpisah, dikonfirmasi wartawan, terkait masalah ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau lokasi tersebut.
“Ya nanti kami harus cek dulu ke loksi, penyebab banjirnya itu apa. Dan nanti kita kaji oleh satgas dari unsur akademis, setelah itu kita akan mengambil langkah bersama,” singkat Prasetyo.






