LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu bencana tanah longsor. Kali ini, peristiwa longsor terjadi di Kampung Sukarame RT 04/05, Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, pada Minggu (4/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, longsor terjadi akibat hujan lebat berdurasi lama yang menyebabkan struktur tanah menjadi labil. Material longsor tercatat memiliki panjang sekitar 6 meter, tinggi 5 meter, dan lebar 1 meter.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini mengancam satu unit rumah milik warga atas nama Sulaeman yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan enam jiwa. Hingga saat ini, material longsor masih berada di lokasi dan belum dilakukan evakuasi.
Petugas P2BK Parakansalak, Jujun Junaeni, yang turun langsung ke lokasi bersama unsur Forkopincam, menyampaikan bahwa assessment awal dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan dan tingkat kerawanan lanjutan.
“Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus menjadi pemicu utama longsor ini. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun satu rumah warga dalam kondisi terancam. Kami langsung melakukan assessment dan mengimbau warga agar tetap waspada, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan yang rawan bencana,” ujar Jujun Junaeni kepada lingkarpena. Id, Minggu ( 04/01/2026 ).
Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat serta unsur Forkopincam Parakansalak guna menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk rencana evakuasi material longsor dan upaya pencegahan jika terjadi longsor susulan.
“Kondisi tanah masih labil. Kami mengingatkan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Dalam penanganan awal, BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat kebutuhan mendesak berupa karung dan terpal untuk penanganan sementara di lokasi kejadian. Sementara itu, taksiran kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Sejumlah unsur terlibat dan hadir di lokasi kejadian, di antaranya Forkopincam Parakansalak, P2BK Parakansalak, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, aparatur RT/RW, serta masyarakat setempat yang turut membantu pemantauan kondisi lingkungan.
Hingga Minggu pagi, cuaca di lokasi dilaporkan berawan. BPBD Kabupaten Sukabumi kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk selalu memantau kondisi cuaca dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah.
BPBD Kabupaten Sukabumi bersama pemerintah desa dan Forkopincam Parakansalak akan terus melakukan koordinasi guna memastikan langkah penanganan berjalan optimal dan risiko bencana lanjutan dapat diminimalisir.






