Terkait Aplikasi MyPertamina, Hergun: Sebenarnya Aplikasi Ini Muncul Gara-gara Perang Ukraina dan Rusia

Heri Gunawan anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DPR-RI perwakilan Kota Kabupaten Sukabumi.| Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Heri Gunawan, terkait dengan Aplikasi MyPertamina sebenarnya ini muncul Gara-gara perang Negara Ukraina dan Negara Rusia.

Hal tersebut disampaikan saat di konfirmasi Lingkarpena.id, Seusai melaksanakan kegiatan bansos sekaligus Haul Alm H. Maman Suparman Ayahandanya yang bertempat di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI Hergun) Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Benteng, Kecamtan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jumat, (01/07/2022) tadi malam.

“Mungkin pada saat beberapa waktu lalu pernah membaca yang saya tulis bahwa Negara Ukraina merupakan salah satu penyumbang sumber pangan untuk Negara Indonesia, sedangkan Negara Rusia salah satu penyumbang Minyak dan Gas untuk Negara Indonesia,” kata Hergun.

Sehingga lanjut Legislator Senayan, kedua bagian ini saat terjadi konflik yang mengakibatkan pangan seharusnya bisa untuk diambil ternyata tertutup. Masalah minyak dan energi yang menjadi mahal harganya di pasaran, dalam kondisi kesulitan keuangan pemerintah saat ini harus dipahami nyaris hampir tiga tahun terkena pandemi Covid-19.

Baca juga:  Peresmian Jalan Cikakak-Ciputat, Bupati dan Kadis PU Disambut Antusias Warga

“Lalu pemerintah harus mengeluarkan program ekonomi nasional, mengambil pos dari beberapa belanja yang harus digunakan ternyata untuk dialokasikan Program Ekonomi Nasional (PEN) dalam artian untuk kesehatan dan lain sebagainya tentunya ini sangat memberatkan bagi pemerintah,” jelasnya.

Selain itu sambung Hergun sapaan akrab, pada saat yang bersamaan energi duani melambung tinggi sehingga mengakibatkan harga-harga energi lebih mahal, dengan adanya harga energi mahal secara otomatis DPR RI juga ingin melindungi masyarakat. Sementara biaya untuk subsidi akan menjadi besar.

“DPR RI bersama Pemerintah berharap agar subsidi iki tidak salah sasaran, bagaimana pun caranya beberapa kali kita lakukan namun tetap saja terjadi adanga kebocoran. Dengan beberapa kali aplikasi digunakan apalagi sekarang di era teknologi dan ada untungnya juga pada saat diterpa pandemi Covid-19, kawan-kawan lebih familiar menggunakan Smart Phone.

Baca juga:  Jelang Nataru, Muspika Jampangtengah Siapkan Strategi Ini

Pemerintah berharap subsidi yang diberikan agar tidak salah sasaran, untuk itulah pemerintah mencoba membuatkan Aplikasi MyPertamina supaya pada saat mengisi bahan bakar baik itu Bahan Bakar Minyak (BBM) baik itu solar maupun pertalite biasa bisa tepat sasaran.

“Saat ini tidak hanya harga minyak dunia saja yang gonjang-ganjing, tetapi kondisi makro dunia dan likuiditas juga semakin ketat karena masing-masing negara akan melindungi negaranya sendiri. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya kenaikan harga Kurs mata uang asing, semakin hari harga dolar saja sudah tembus di angka Rp14. 810 perhari ini,” bebernya.

Baca juga:  Kasat Narkoba Datangi Kantor Satpol PP Sukabumi, Ini yang Dilakukan

Masih kata Politisi Partai Gerindra, diluar Ren yang asumsi Ren APBN disepakati dimana asumsi makro yang disepakati Rp.4.300 sampai dengan Rp.14.800, pastinya ini akan ada intervensi dari Bank Indonesia (BI) agar harga dolar stabil dan jika kurs dolar naik secara otomatis subsidinya juga akan naik.

“Di satu sisi kita memiliki pos-pos untuk pembanguan infrastruktur tetapi di sisi lain kita juga harus melindungi rakyat, yang pasti pemerintah saat ini sedang fokus kepada subsidi yang nanti akan ada solusi untuk menutupi pertumbuhan ini dan nantinya akan adalagi subsidi dalam bentuk perlindungan sosial seperti BLT, BNT dan lainnya akan di kucurkan kepada masyarakat untuk meningkatkan daya beli agar pertumbuhan ekonomi tercapai yang akan menambah pos kepada pemerintah,” pungkasnya.

Pos terkait