LINGKARPENA.ID | Sejumlah komunitas sosial dan insan pers yang tergabung dalam Tim Pers Mobile Community (PMC) menggelar aksi kemanusiaan bagi warga terdampak bencana alam di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat–Sabtu (7–8 November 2025).
Kegiatan bertema “Riding for Humanity – Satu Aspal, Satu Aksi” ini menjadi ajang kolaborasi lintas komunitas dan organisasi pers, di antaranya PWI Kabupaten Bogor, PWI Peduli Kabupaten Bogor dan Sukabumi, Tim Peduli Kemanusiaan (PEKA) PWI Kota Bogor, SMSI, Eiger, Indonesia Care, Klinik dr. Suhendra, BAZNAS, serta PT AKB.
Presiden PMC, Billy Adhiyaksa, mengatakan bahwa aksi tersebut digagas secara spontan dengan waktu persiapan hanya sekitar satu minggu. Meski singkat, respon dan dukungan dari berbagai pihak di luar dugaan.
“Alhamdulillah, dengan izin Allah dan dukungan banyak pihak, kami bisa berkumpul dan bergerak secara mandiri membantu warga yang terdampak banjir di Cisolok,” ujar Billy di sela persiapan kegiatan di Penginapan Bunga Ayu, Citepus, Palabuhanratu.
Dalam kegiatan ini, tim gabungan dari PMC bersama jejaring wartawan dan relawan kesehatan menyalurkan bantuan peralatan rumah tangga, membuka dapur umum, serta mendirikan posko kesehatan di dua titik wilayah pelosok Desa Cikahuripan. Berdasarkan hasil asesmen bersama pemerintah desa, lebih dari 150 kepala keluarga (KK) diperkirakan menerima layanan kesehatan dan bantuan logistik.
Billy menambahkan, kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan insan pers dalam aksi sosial lintas daerah.
“Bagi kami, kepedulian sosial tidak mengenal batas wilayah. Tim PMC sudah beberapa kali bergerak dalam misi kemanusiaan, baik di Bogor maupun di berbagai daerah di Jawa Barat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PWI Peduli Kabupaten Sukabumi, Ariswanto, mengapresiasi langkah kolaboratif yang dilakukan berbagai komunitas dan relawan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih atas rasa empati dan tanggung jawab sosial teman-teman pers serta relawan. Kegiatan seperti ini bukan hanya membantu secara nyata, tapi juga mempererat silaturahmi antarwilayah,” ujar Aris.
Aris menambahkan, pasca penetapan status pemulihan bencana Cisolok oleh Bupati Sukabumi, kondisi masyarakat mulai berangsur membaik.
“Kami berharap semangat solidaritas seperti ini terus digelorakan. Kepedulian bersama adalah energi besar untuk membangun kembali kehidupan warga pascabencana,” pungkasnya.






