Warga Pajampangan Keluhkan Harga BBM, Pertamax Turbo Tembus Rp23.000

FOTO: Warga Pajampangan saat menyerbu Pom Mini untuk mendapatkan bahan bakar minyak (bensian).| dok: Jajang S

LINGKARPENA.ID | Dampak bencana tanah longsor dan banjir yang menerpa beberapa titik di jalan provinsi ruas Sukabumi – Jampangkulon, memicu terjadinya kelangkaan BBM dibeberapa wilayah di Pajampangan. Sabtu (07/12/2024).

Terhentinya pasokan BBM ke beberapa SPBU yang ada di wilayah Pajampangan, berdampak pula pada ratusan pedagang bensin eceran yang berhenti beroperasi. Kondisi itu dikeluhkan warga.

Pantauan lingkar pena.id dilapangan pada Sabtu (7/12/2024) di beberapa titik di Kecamatan Surade masih ada pedagang bensin eceran yang memiliki cadangan BBM. Di Kampung Cibungur, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, harga jual bensin jenis pertalite per-liter menembus angka Rp 15.000.

Baca juga:  Bensin Eceran di Selatan Pajampangan Tembus di Angka 20-25 Ribu, Ini Pengakuan Konsumen dan Penyebabnya

Sementara, Wahyu, seorang pedagang bensin eceran di Kelurahan Surade menjual bisa menjual RP 23.000 per liter untuk jenis BBM Pertamax turbo.

“Alhamdulilah hari ini bisa menjual 50 liter. Saya jual harga Rp 23 ribu perliter, ini kan jenis Pertamax turbo, harga dari sananya juga lumayan. Tadinya sih tidak untuk dijual, untuk persiapan genset saya, karena hari ini saya mau ke Bandung, terus banyak warga yang minta ya saya jual,” ujar Wahyu.

Baca juga:  Polsek Jampangkulon Lakukan Pembinaan 9 Anak Punk di Terminal, Tekankan Kamtibmas dan Etika Sosial

Wahyu menjelaskan dirinya memiliki cadangan bensin Pertamax Turbo membelinya dari SPBU Panenjoan, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

“Karena di wilayah Ciemas banyak kendaraan dari luar kota makanya SPBU disana menyediakan BBM jenis Pertamax turbo,” jelasnya lagi.

Terputusnya aliran listrik PLN ke beberapa wilayah Pajampangan memicu sebagian warganya menggunakan genset, ya gilirannya memerlukan konsumsi BBM jenis pertalite atau Pertamax.

“Kalau kelangkaan Solar sih sudah dari Minggu kemarin. Itu ya karena kekurangan kuota, rebutan dengan petani, sekarang kan masuk musim tanam banyak petani menggunakan traktor,” ujar Wahyu salah satu warga Ciracap.

Baca juga:  Lahan Kritis Mengancam Krisis Air, Ekonomi dan Kesehatan di Sukabumi, Reboisasi Begitu Penting

Enong (45) salah satu karyawan SPBU Cimaja Kecamatan Surade mengungkapkan, pasokan BBM masih belum bisa masuk karena terkendala jalan. Untuk mengatasi kelangkaan BBM, hari ini kata dia Pertamina akan membuka Posko Bantuan, menjual BBM berlokasi di SPBU Cimaja Surade.

“Hari ini Pertamina akan membuka Posko Bantuan, menjual BBM, tapi informasinya BBM yang akan dijual terbatas, hanya 200 liter,” ujar Enong kepada Lingkarpena.id, Sabtu ( 07/12/2024 ).

Pos terkait