Wujudkan Jargon Nyalindung Manggung Nyalindung Nanjung dan Visi Misi Berseri, Kecamatan Nyalindung Terus Optimalkan Potensi Wisata

Camat Nyalindung Neni Ulfah Nuraeni, saat foto bersama dengan staf Kecamatan Nyalindung.| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Terus berbenah mengolah potensi wilayah, Kecamatan Nyalindung yang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sukabumi berupaya terus mengoptimalkan potensi pariwisata untuk peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakatnya.

Kecamatan yang mempunyai luas wilayah 10.442 Ha tersebut jika dilihat dari wilayah administrasinya, Kecamatan Nyalindung terdiri dari 10 Desa, 73 RW dan 300 RT.

Desa-desa yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Nyalindung adalah Desa Nyalindung, Kertaangsana, Mekarsari, Cisitu, Cijangkar, Neglasari, Bojongkalong, Bojongsari, Sukamaju dan Wangunreja.

Dari data administrasi Kecamatan Nyalindung dapat dilihat bahwa kecamatan ini pada sebelah utara berbatasan dengan Kota Sukabumi, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Purabaya, sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Jampang Tengah dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Gegerbitung dan Kabupaten Cianjur.

Kecamatan Nyalindung mempunyai ketinggian antara 500 – 1000 meter di atas permukaan laut (dpl). Bentuk fisiografi wilayah Kecamatan Nyalindung terdiri dari wilayah dengan kemiringan 0-3% di sebelah utara, tengah dan selatan, 15-25% di sebelah timur dan > 40% di sebelah utara dan barat wilayah kecamatan.

Secara umum, iklim di Kecamatan Nyalindung masih dipengaruhi keadaan iklim secara regional wilayah kabupaten Sukabumi yaitu beriklim tropis basah dengan curah hujannya sangat dipengaruhi oleh angin Muson.

Berdasarkan data dari stasion hujan Jampangtengah curah hujan rata-rata di wilayah Kecamatan Nyalindung adalah 279 mm/tahun, dengan jumlah hari hujan adalah 180 hari hujan/tahun. Suhu udara di Kecamatan Nyalindung berkisar antara 20-300C.

Baca juga:  Baznas Award 2022, Bupati: Begitu Kontributif Terhadap Pembangunan di Kabupaten Sukabumi

Potensi jenis tanah Kecamatan Nyalindung pada umumnya jenis tanah antara lain Kompleks resina, litosol dan brown forest soil, Latosol coklat kekuningan dan kompleks grumosol dan mediteran.

Berbincang ramah dengan Lingkarpena.id, Camat Nyalindung, Neni Ulfah Nuraeni menuturkan bahwa Visi Misi Kecamatan Nyalindung adalah Berseri, singkatan dari Bersih Sehat Ramah dan Indah. Visi Misi tersebut terus berupaya diwujudkan agar jargon “Nyalindung Manggung Nyalindung Nanjung” juga terwujud dengan simultan.

Menurut Neni, kecamatan dengan jumlah penduduk 50.784 jiwa ini terus berbenah memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki di wilayahnya. Di fasilitas keagamaan di Kecamatan Nyalindung ada total 271 Mushala dan 149 Masjid.

Perhatian pada seni dan budaya juga cukup tinggi di Kecamatan Nyalindung, terbukti disana terdapat 13 Sanggar seni Budaya dalam satu kecamatan. Sementara itu, untuk pelayan kesehatan terdapat 2 Puskesmas, 5 Puskesmas pembantu, 1 Poliklinik, 5 Poskesdes dan 81 Posyandu serta 1 Panti Sosial yang terdaftar.

Camat Nyalindung juga mengungkapkan data sarana pendidikan di wilayahnya. Ada 43 PAUD, 11 TK, 13 SLTP, 8 SLTA bahkan ada 1 Perguruan Tinggi di wilayahnya.

“Untuk pertanian, peternakan (khususnya peternakan ayam) dan kehutanan kami ada potensin, namun yang saat ini digenjot untuk difokuskan adalah potensi pariwisata. Ada beberapa spot utama yang sedang kami terus optimalkan yaitu keberadaan Goa Siluman (Buni Ayu) dan Spot Wisata Buah di Desa Nyalindung,” cetus Neni.

Baca juga:  Merasa Ditantang Kades, Warga Sukaresmi Cisaat Geruduk Kantor Desa

Lanjutnya, “Saat pertama kali mendengar kata goa, kesan menyeramkan langsung terbersit. Namun tidak halnya jika kamu mencoba berkunjung ke Goa Buni Ayu atau Goa Siluman di Sukabumi. Tak seseram namanya, disana justru akan disuguhkan pemandangan goa yang begitu menawan, lengkap dengan stalagtit dan stalagmite. Cantik sekali dalam Goa itu,” sambungnya.

Camat Nyalindung tersebut berharap, dengan optimalisasi dua spot wisata utama di wilayahnya tersebut akan mampu mendonkrak pendapatan daerah dan menjadi akselerator peningkatan taraf ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Nyalindung.

“Tentu untuk berhasil suksesnya memajukan pariwisata di wilayah Kecamatan Nyalindung ini kami membutuhkan support dari semua pihak. Kesadaran dan kekompakan masyarakat dengan koordinasi dan kolaborasi seluruh Kades yang ada, kemudian dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dengan berbagai dukungan, serta keberadaan media massa yang mau mengangkat dan menyuarakan potensi yang ada di Nyalindung agar lebih dikenal secara lokal, nasional maupun internasional,” tambah Camat Nyalindung ini.

Lebih lanjut Camat Nyalindung juga menceritakan sejarah menarik Kecamatan Nyalindung. Konon Nyalindung berasal dari kata yang mengandung arti bersembunyi. Kata ini muncul ketika ke daerah tersebut dahulu kala pernah didatangi pengawal-pengawal dari kerajaan Mataram. Ketika sampai di daerah tersebut kemudian istirahat di tempat yang cukup sunyi dan tersembunyi (panyalindungan). Salah satu dari pengawal yang datang dikenal dengan nama Mas Kuntet.

Baca juga:  Soal Jalan yang Diprotes Warga, Dinas Bina Marga Provinsi Buka Suara

Pada saat terjadi agresi Militer Belanda I Tahun 1947, Nyalindung dijadikan Pos Komando Brigade sedangkan Yon 7 ada di wilayah Jembatan Leuwi Lisung di bawah pimpinan Kol. Alex Kawilarang. Tanggal 21 Juli 1947, Belanda berhasil lolos masuk ke Sukabumi dan pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi di bawah Mr. Soewardi, untuk sementara dipindahkan ke Nyalindung, sebelah Selatan kota Sukabumi. Belanda membentuk pemerintahan sipil dan mengangkat R.A.A. Hilman Djajadiningrat sebagai Bupati Sukabumi, yang kemudian digantikan oleh R.A.A. Soeriadanoeningrat.

Kemudian menurut UU Nomor 14 Tahun 1950, terjadi pembentukan daerah-daerah kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Barat, sehingga daerah Nyalindung dijadikan sebagai salah satu Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat.

“Sejarah ini merupakan asset, disamping itu memang wilayah di Kecamatan Nyalindung tergolong unik dan kami selalu memantaskan diri untuk tampil mengusung pariwisata sebagai potensi yang kami unggulkan di wilayah Kecamatan Nyalindung. Selain Goa Buni Ayu di Kampung Cipicung Desa Kertaangsana, kami juga punya Cikananan Wild Life Center yaitu cagar alam dan konservatori orang utan, ada kampung lisung uyut, dan lainnya. Yang terbaru ini kami akan mengenalkan Wisata Taman Buah dan Wisata Jalan Baru Pasir Salam..Yuk ke Nyalindung,” tutup Neni.

Pos terkait