13 Pelajar SMP Diamankan Warga di Pajampangan, Ini Motifnya

Inilah ke 13 pelajar SMP saat mendapatkan pembinaan sebelum diserahkan kepada orang tuanya masing-masing.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Sebanyak 13 orang pelajar SMP diamankan warga karena hendak melakukan perang Sarung di sekitar Jembatan Cicurug, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.

Menurut keterangan Kepala Desa Cibodas Ujang Hikmat menuturkan, pada Rabu sekira pukul 02.00 WIB dirinya menerima laporan dari Kadus, bahwa di Kampung Selagedang warga mengamankan 13 orang pelajar yang diduga akan melakukan perang Sarung.

Mendapat laporan itu Ujang Hikmat bergegas menuju TKP. Hasil diketahui, ke 13 orang remaja tanggung tersebut akan melakukan perang Sarung dengan pelajar dari MTs Al Aman Cimanggu.

Baca juga:  Jembatan Putus, Ratusan Warga Desa Loji Terjebak Isolasi Akibat Banjir Sungai Cidadap

“Ke 13 orang remaja itu adalah pelajar SMP Cibitung yang rencananya akan perang Sarung dengan pelajar MTs Al Aman Cimanggu. Mereka janjian lewat Whatshapp untuk bertemu di sekitar jembatan Cicurug. Ulah mereka tercium dan wargapun mengamankannya,” jelas Ujang, kepada Lingkar Pena.id Rabu (27/3/24).

Sementara para pelajar dari MTs Cimanggu, menurut Ujang, jumlahnya jauh lebih banyak dari pelajar SMP Cibitung. Sayang mereka keburu kabur menghindari kejaran warga.

Baca juga:  Kecelakaan di Letter S Cikidang, Begini Kata Gakkum Satlantas

Para remaja yang semuanya pelajar SMP Cibitung malam itu pun diberi pengarahan oleh Kepala desa. Namun karena perlu ada pihak dari kepolisian, maka para remaja itu dibawa ke balai desa Cibodas untuk mendapatkan pembinaan.

Selama lebih kurang dari empat jam para remaja tanggung ini mendapat pembinaan dan arahan dari Kepala Desa Cibodas dan dari pihak kepolisian

Baca juga:  Sejumlah Ormas dan Santri Pajampangan Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Terhadap Habib ke Polres Sukabumi

Sekira pukul 04.00 wib, mereka dijemput oleh para orangtuanya dan membuat penyataan untuk tidak mengulang lagi perbuatan tersebut.

“Maksud kami memanggil orantuanya itu supaya mereka bisa langsung dibawa pulang ke rumahnya masing-masing, sebab kalau tidak seperti itu, banyak kejadian,” pungkasnya.

Pos terkait