Zoom meeting pembahasan BLT DD.

Wow! Pemerintah Telah Mencairkan BLT Dana Desa Sekitar Rp 4 Triliyun 

NASIONAL
Spread the love

Lingkarpena.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengintruksikan agar anggaran Dana Desa harus dirasakan oleh seluruh warga desa di Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19, Anggaran Dana Desa (ADD) dialihkan sebagian menjadi jaring pengaman sosial melalui program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Hingga Mei 2021 Pemerintah telah menyalurkan BLT DD hampir mencapai Rp 4 Triliyun, untuk 10 juta lebih penerima. Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kemendes PDTT Luthfy Latief pada Sabtu (29/05/2021) di Jakarta menyampaikan rincian pencairan BLT DD pada Januari 2021 sudah tersalurkan Rp1,28 triliun dengan penerima manfaat lebih dari 4,27 juta keluarga.

Sedangkan di bulan Februari 2021 sudah tersalurkan ke 2,8 juta penerima manfaat dengan total dana tersalurkan mencapai Rp 850 miliar. Pada bulan Maret 2021 sudah dicairkan sebesar Rp 507 miliar kepada 1,6 juta penerima manfaat. Kemudian pada April sudah tersalurkan Rp 294 miliar kepada 980 ribu penerima manfaat. Dan pada Mei 2021 sudah dicairkan Rp 159 miliar kepada 531 ribu penerima manfaat.

Baca juga:   Alhamdulillah Pemdes Gunungbentang Cairkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa

Luthfy Latief menegaskan tahun 2021 ini, melalui Permendesa PDTT 13/2020, realokasi anggaran Dana Desa dititik beratkan pada tiga hal, yaitu pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, mendukung program prioritas nasional sesuai kewenangan desa, serta adaptasi kebiasaan baru melalui sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di tingkat desa. “Khusus untuk BLT DD masuk pada prioritas pertama tadi,” jelasnya.

Sasaran penerima BLT DD ini terang dia, masyarakat desa yang masih membutuhkan bantuan ekonomi seperti masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat COVID-19, masyarakat yang belum terdata pada kelompok penerima bantuan sosial lainnya, dan masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan sakit kronis.

“Kementerian Desa dan pemangku kepentingan lainnya terus mengawal penyaluran BLT DD agar tersampaikan kepada mereka yang memenuhi syarat penerima bantuan tersebut,” tambah Luthfy.

Ditempat yang sama Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono mengungkapkan ketika perekonomian melemah akibat Covid-19, satu-satunya yang bisa diharapkan memang stimulus keuangan yang merupakan kebijakan pemerintah.

“Program BLT DD ini sangat membantu untuk mendorong konsumsi masyarakat. Karena sisi permintaan inilah yang paling terdampak oleh pandemi dan ini menekan belanja masyarakat,” ujar Teguh.

Teguh melihat masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah yang menjadi sasaran BLT DD ini juga berbelanja di komunitas lokal. Sehingga dengan begitu, BLT DD ini membantu mendorong konsumsi masyarakat untuk berbelanja di UMKM lokal.

Di sisi lain, program PEN juga mendukung sisi suplai lewat bantuan kepada UMKM melalui bantuan usaha mikro yang menyeimbangkan neraca suplai dan demand di masa pandemi.

Baca juga:   Desa Gandasoli Alokasikan 63 Persen DD Tahun 2021 untuk BLT

“Survei Mandiri Institute pada Maret-April 2021, 80% UMKM kita telah kembali beroperasi secara normal. Sebelumnya di awal pandemi hanya 33% yang beroperasi secara normal. Saya kira ini dampak positif dari program-program stimulus yang diberikan pemerintah,” ujar Teguh.

Sementara itu, dari sisi kebijakan publik, Direktur Rumah Reformasi Kebijakan sekaligus pengamat kebijakan publik Riant Nugroho menyatakan, apapun bantuan pemerintah di pedesaan, tidak semata diukur dari besarannya saja tapi dampaknya.

“Sehingga kalau kita bisa gali lebih jauh lagi, sebenarnya potensi pedesaan untuk menjadi panglima ekonomi di masa COVID-19 sangat besar,” ujar Riant Nugroho.

 

 

Redaktur: Budi Darmawan

Tinggalkan Balasan