LINGKARPENA.ID – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyebut kenaikan inflasi yang terjadi pada bulan November 2021 utamanya disebabkan oleh aktivitas konsumsi serta mobilitas masyarakat saat pandemi Covid-19 mulai terkendali.
Rekomendasi: Download Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Undang Teman
“Potensi inflasi lebih tinggi diperkirakan tidak akan terjadi karena pemerintah menghapus libur Nataru (Natal dan Tahun Baru, *red) dan kebijakan PPKM diperketat di seluruh wilayah Indonesia,” kata Febrio dikutip dari rilis Kementerian Keuangan pada Sabtu (4/12/2021).
Lebih lanjut Febrio menjelaskan, naiknya inflasi selain didorong oleh naiknya tarif angkutan udara seiring terus meningkatnya mobilitas masyarakat antar daerah dengan menggunakan pesawat, juga dipengaruhi oleh dampak kenaikan harga rokok kretek filter.
“Dalam upaya pemulihan ekonomi, Pemerintah konsisten menjaga harga energi domestik, pemulihan konsumsi, dan daya beli masyarakat stabil dengan cara mengantisipasi lonjakan mobilitas melalui penghapusan libur Nataru,” jelasnya.
Kendati inflasi masih berpotensi menguat secara bertahap akibat meningkatnya mobilitas masyarakat pasca pelonggaran PPKM. Namun, jika libur natal dan tahun ditiadakan maka kenaikan inflasi dapat diminimalisir.
“Naiknya mobilitas masyarakat ketika PPKM dilonggarkan secara bertahap berdampak pada peningkatan permintaan masyarakat secara umum. Selain itu, tekanan harga di tingkat produsen berpengaruh pada harga konsumen meskipun secara terbatas,” katanya.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga akses pangan masyarakat miskin dan rentan dengan tetap melakukan penyaluran bantuan sosial pangan serta melakukan stabilisasi harga pangan pokok, terutama beras.
TERPOPULER:
Aplikasi Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru
TWIBBON NATAL 2021, Bikin Bingkai Foto Profil Jadi Keren
“Meskipun inflasi volatile food mengalami penurunan mencapai 3,05 persen, atau lebih rendah 3,16 persen dari bulan Oktober. Tapi jika dibandingkan dari bulan ke bulan, harga sejumlah komoditas mengalami peningkatan karena meningkatnya demand, serta harga komoditas global,” terangnya.***






