LINGKARPENA.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkolaborasi memadukan program Gempungan dengan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah teritorial Kodim 0629/Purwakarta.
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, program Gempungan yang merupakan salah satu upaya percepatan pembangunan daerah oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali dilakukan, kali ini bekerjasama dengan Kodim 0619/Purwakarta.
“Mulai ngeureuyeuh lagi yah, kita terus berupaya mewujudkan Purwakarta Istimewa baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun pelayanan publik. Program gempungan pertama yang dilakukan pasca pandemi ini kegiatan ini kita padukan dengan TMMD ke 113 bersama Kodim Purwakarta,” katanya disela-sela pembukaan TMMD ke 113 Kodim Purwakarta di Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Rabu 11 Mei 2022.
Lebih lanjut Bupati yang akrab disapa Ambu Anne ini menjelaskan, dalam pelaksanaan program Gempungan tahun 2022 ini Pemerintah Kabupaten Purwakarta melibatkan belasan Perangkat Daerah yang secara langsung hadir memberikan berbagai layanan publik kepada masyarakat secara gratis.
“Untuk kedepannya, agenda Gembungan dengan menargetkan puluhan desa di Purwakarta juga tengah disiapkan. Melalui program ini semua pelayanan publik diberikan secara gratis, kecuali bayar pajak,” jelasnya.
Ambu Anne mengungkapkan, bahwa peran TNI cukup besar dalam proses percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Purwakarta, termasuk diantaranya yang menyangkut dengan pembangunan infrastruktur layak pakai bagi masyarakat Purwakarta. Bahkan, pembangunannya dilakukan hingga ke pelosok desa di Purwakarta.
“Sehingga dengan perpaduan kedua program ini kita berharap bisa membangun kebersamaan dengan orientasi pembangunan daerah untuk masyarakat,” ujarnya dihadapan Kasdam III/Siliwangi Brigjen Asep Syaripudin, para personel TNI, beserta para pejabat yang hadir pada kegiatan pembukaan TMMD tersebut.
Apresiasi juga disampaikan Bupati Purwakarta atas kolaborasi yang terjalin bersama unsur TNI dalam hal ini jajaran Kodim 0619/Purwakarta untuk percepatan pembangunan di Purwakarta. “Tak hanya ini saja, kita bersama jajaran Kodim 0619 juga akan menggarap pembangunan di sejumlah kecamatan, termasuk jalur lingkar barat,” ucapnya.
Kolaborasi ini, sambung Ambu Anne, merupakan kerjasama lintas sektoral antara Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta dengan TNI yang diwakili oleh jajaran Kodim 0619/Purwakarta.
“Pembangunan infrastruktur melalui program TMMD ke 113 ini, sasaran utamanya adalah pembangunan ruas jalan Cibukamanah-Wanawali dengan panjang 435 meter. Sasaran tambahan lainnya adalah berbagai kegiatan pembangunan lainnya baik itu fisik maupun non fisik,” sambungnya.
Ia menyebut, jalan yang dibangun adalah ruas jalan Cibukamanah – Wanawali yang merupakan bagian dari Detail Engeneering Design (DED) ruas jalan Cibukamanah ke Kadubandeng, sebagai bagian dari pembangunan jalan Lingkar Timur Purwakarta.
Diketahui, pembangunan jalan Cibukamanah – Kadubandeng itu diyakini oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta mempunyai arti strategis dari segi pertahanan maupun dari segi ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyadari betul pola kerjasama lintas sektoral dan koordinasi antar pemangku kebijakan dan kepentingan akan lebih efektif dalam mewujudkan tujuan pembangunan daerah, dan upaya-upaya tersebut berkolersi dengan upaya kita bersama dalam mengakselerasi tercapainya tujuan pembangunan Nasional, yaitu terwujudnya masyarakat adil, makmur, dan sejahtera,” papar Ambu Anne.
Sementara itu, Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Asep Syaripudin mengungkapkan bahwa target utama TMMD adalah terwujudnya masyarakat yang penuh rasa syukur dan masyarakat yang memiliki ketahanan nasional yang baik.
“Untuk mewujudkan hal tersebut tahapan yang harus dicapai adalah terjadi kemanunggalan, terjadi kebersamaan. Semua steakholder didalamnya terlibat, bupati, dandim dan unsur lainnya, tentu saja juga dengan dukungan pemprov. Semua bersinergi,” ungkapnya.
Jenderal bintang satu ini juga berpesan kepada para prajuritnya dan seluruh unsur yang terlibat, TMMD ke 113 ini harus menjadi ajang untuk ibadah, membangun negeri, berbakti kepada masyarakat pada bangsa dan menjalankan amanat undang-undang.
“Kalau masyarakat dan sumber dayanya sudah cerdas sudah baik maka semua pun akan baik. Jadikan ruang ibadah kita ini untuk berbakti kepada negara dan bangsa,” demikian disampaikan Brigjen Asep Syaripudin.***






