Wanita Paruh Baya Meninggal Dunia di Jakarta, Miliki KTP Sukabumi: Ini Faktanya?

Gambar ILustrasi: Era.id

LINGKARPENA.ID – Layla (47) mantan pekerja Baby Sister Lansia di Jakarta, meninggal dunia di rumah tukang pijat terapi di Jakarta. Diduga korban memgalami sakit sehingga meninggal dunia, pada Rabu (08/06/2022) pagi.

Menurut sahabat korban Bunda Maya saat di hubungi Lingkarpena.id melalui pesan singkat mengatakan, saya mendapatkan kabar dari tukang pijat langganan dia, bahwa Layla sudah meninggal dunia di rumahnya yang berada di jalan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan.

“Ibu Layla meninggal dunia dirumah saya. Mohon kasih tahu pihak keluarga almarhumah(red),” jelasnya  Bunda Maya menirukan.

Almarhumah, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang beralamat di Kampung Cibalung RT 05/04 Desa Telaga, Kecamatan Caringgin, Kabupaten Sukabumi. Saat ini belum ada pihak keluarga almarhumah yang datang untuk mengambil dan mengurus jenazah almarhumah.

Baca juga:  Awas! Penipuan Berkedok Kapolres Sukabumi Beredar

“Karna saya yang dihubungi pertama oleh pak Amin (pemilik rumah) tempat jenazah almarhumah saat ini. Makanya saya mencari informasi keberadaan keluarga almarhumah melalui media sosial agar bisa secepatnya pihak keluarga mengetahuinya,” ungkap Bunda Maya.

“Mudah-mudahan pihak keluarga segera datang. Kasihan almarhumah,” kata dia.

Sementara itu, saat di konfirmasi kepada salah satu warga Desa Telaga, Memed Syahputra yang berprofesi sebagai Supir Ambulance Desa melalui akun media sosialnya mengatakan, setelah mendapatkan kabar tersebut ia langsung menuju ke tempat alamat yang tertera di KTP Almarhumah.

Baca juga:  Pria Bertato Kota Sukabumi Ditemukan Sudah Menjadi Tengkorak di Semak Belukar

“Saya sudah langsung ketemu sama pak RT dan ketua RW disana, dimana almarhumah pernah tinggal sebelumnya. Dari keterang pak RT almarhumah bukan asli orang kampung Cibalung, Tapi berasal dari Sumedang tidak ada sanak famili di sini,” jelasnya.

Lanjutnya, makanya saya bingung untuk menjeput jenazah almarhumah untuk di bawa ke sini, karna keluarga almarhumah tidak ada di kampung ini.

“Semoga pihak kelurga almarhumah mendapatkan kabar duka ini secepatnya,” kata dia.

Baca juga:  Banjir Cimandiri Porak Porandakan Irigasi, 80 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, almarhumah Layla sudah dimakamkan oleh pemilik rumah tempat dia meninggal dunia.

“Kami telah menunggu pihak keluarga dari siang tadi, akhirnya bersama dengan warga disini kami memutuskan untuk memakamkan jenazah tepatnya sebelum magrib tadi,” jelas, pak Amin pemilik rumah pijat saat dihubungi Lingkarpena.id.

Lanjutnya, setelah dimakamkan, baru ada kabar dari pihak keluarga yang menghubungi saya sekitar jam 20:00 WIB.

“Pihak keluarga yang mengaku anak angkat dari almarhumah datang sekitar jam 22:00 wib, dirumah saya. Dia (Anak angkat) langsung pergi melihat pusara ibunya Itu,” pungkasnya.

Pos terkait