Distribusi Gula Aren di Desa Cicadas Terkendala Infrastruktur

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Kampung Bojong Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi merupakan daerah penghasil gula merah yang sangat besar. Pasalnya hampir semua warga di kampung ini berprofesi sebagai petani gula aren.

Sayangnya, potensi tersebut belum bisa dimanfaatkan warga secara maksimal. Sebab, pendistribusian dengan skala besar masih terkendala infrastruktur jalan dan jembatan yang belum memadai.

Baca juga:  Gula Semut Karuhun, Produk Unggulan BUMDes Cicadas

“Mobil pengangkut hanya bisa membawa maksimal 2 ton gula saja, sehingga distribusi gula aren ini sedikit terhambat,” kata US, salah seorang warga Desa Cicadas kepada lingkarpena.id, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Potensi Desa Sirnaresmi, Harga Kapulaga Tembus Rp250 Ribu

Baca juga: Desa Buniasih Gunakan Bangub Rp95 Juta untuk Rabat Beton

Potensi hasil bumi di Kampung Bojong tidak hanya gula aren saja, kata dia. Karena dari memanfaatkan pohon aren ini banyak warga yang menjadi petani gula merah, pengolah kolang Kaling serta penjualan batang pohon aren untuk di jadikan bahan dasar tepung tapioka.

Baca juga:  Polisi Menyasar Pelajar dan Santri, Apa yang Dilakukan!

“Pertumbuhan pohon aren di kampung ini cukup melimpah, dan menjadi penghasilan utama sebagian besar warga di sana,” ucapnya.

Oleh karena itu, sambung dia, untuk memaksimalkan potensi ini diperlukan infrastruktur yang baik. Sehingga pendistribusian hasil bumi milik warga ini dapat dimaksimalkan.

“Saya berharap pemerintah desa dapat segera membantu merealisasikan keinginan warga ini, karena hal itu sudah sangat diharapkan warga,” tandasnya.

Baca juga:  Gula Semut Kelapa Asal Buniwangi Tembus Pasar Eropa, Usaha Rumahan Dorong Ekonomi Desa

Reporter : Wafik Hidayat
Redaktur : Alan

Pos terkait